Kiai dan Ustadz, Apa Termasuk Mustahiq Zakat?

Mustahiq zakat (orang berhak menerima zakat) adalah 8 golongan yang telah disebut dalam Al Qur’an. Namun tulisan ini hanya akan menjelaskan fakir dan miskin saja.

والغالب وجوده الآن في البلاد أربعة: الفقير والمسكين والغارم وابن السبيل.

Zaman sekarang mustahiq yang ghalib ada di beberapa daerah tinggal empat yaitu; 1. Fakir, 2. Miskin, 3. Gharim, dan 4. Ibnu as Sabil.

Pertama, fakir والفقير في رأي الشافعية والحنابلة: هو من ليس له ما ولا كسب يقع موقعاً من كفايته، أو حاجته. فليس له زوج ولا أصل ولا فرع يكفيه نفقته، ولا يحقق كفايته مطعماً وملبساً ومسكناً كمن يحتاج إلى عشرة ولا يجد إلا ثلاثة، حتى وإن كان صحيحاً يسأل الناس أو كان له مسكن وثوب يتجمل به.

Fakir dalam madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah adalah orang yang tidak punya harta dan tidak punya mata pencaharian yang bisa mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan kecuali tidak sampai 50% dari kebutuhannya. Dan tidak punya suami atau orang tua atau anak cucu yang memberi nafakah cukup.

Kedua, miskin والمسكين: هو الذي يقدر على كسب ما يسد مسداً من حاجته، ولكن لا يكفيه، كمن يحتاج إلى عشرة وعنده ثمانية لا تكفيه الكفاية اللائقة بحاله من مطعم وملبس ومسكن.

Miskin adalah orang yang mempunyai mata pencaharian akan tetapi tidak mencukupi kebutuhan untuk sandang, pangan dan papan.

والمراد بالكفاية في حق المكتسب: كفاية يوم بيوم، وفي حق غيره: ما بقي من عمره الغالب وهو اثنان وستون سنة.

Yang dimaksud kecukupan; bagi orang yang mempunya mata pencaharian adalah meninjau tiap hari. Apakah hasil mata pencaharian tiap hari cukup untuk kebutuhan tiap hari.

Dan bagi orang yang tidak punya mata pencaharian adalah sisa umur kaprah yaitu 62 tahun. Misalnya sekarang usia 40 tahun, apakah harta yang ada sekarang itu cukup untuk kebutuhan dirinya dan orang yang wajib di nafakahi selama 22 tahun. Bila tidak cukup adalah miskin bila cukup untuk 22 tahun maka kaya.

Ukuran Miskin Versi Bank Dunia
Bank Dunia mematok ukuran kemiskinan dengan USD 1 perhari perkepala sama dengan sebulan minimal USD 30 perkepala, atau Rp 420ribu (dengan kurs USD 1=Rp 14.000). Dengan 4 anggota, berarti pendapatan minimal perbulan bagi keluarga tersebut adalah tidak lebih dari Rp1.680.000.

Bagi yang punya mata pencaharian, bila tiap hari mendapatkan tidak lebih dari 14 ribu x jumlah keluarga maka berstatus miskin.

Bagi yang yang tidak punya mata pencaharian, bila mempunyai harta tidak lebih dari 14 ribu x anggota keluarga x sisa umur ghalib maka miskin. Misalnya sekarang usia 40 tahun berarti sisa umur ghalibnya 22 tahun dan (misalkan) jumlah anggota keluarganya (dirinya dan orang yang wajib dinafakhi) adalah 4 orang. Maka dikatakan miskin bila hartanya yang ada saat ini tidak lebih dari Rp449.680.000

Rinciannya: 22 tahun = 8030 hari x 14.000 = 112.420.000 × 4 anggota keluarga = 449.680.000)

Maka kiai atau ustadz adalah termasuk fakir miskin bila tidak punya mata pencaharian dan harta yang ada tidak lebih dari 14 ribu X jumlah hari sisa umur ghalib X jumlah anggota keluarga (dirinya dan orang yang wajib dinafkahi). Wallahu A’lam. (*)

Kiai Bahrul Widad, Katib Syuriah PCNU Sumenep.

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network