Mulai 4 Januari 2021, Kemenag Sumenep Larang Pembelajaran Tatap Muka

Abang becak saat melintas di depan kantor Kemenag Sumenep (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Kementerian Agama Sumenep, Madura, melarang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terhitung mulai Senin, 4 Januari 2021, dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keputusan ini diambil mengingat kasus virus Corona atau Covid-19 semakin meningkat.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak terkait maka pendidikan di bawah naungan Kemenag terhitung sejak Senin wajib dengan menggunakan PJJ,” kata Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep H Zainorrosi, kepada SantriNews, Ahad, 3 Januari 2020.

Keputusan itu melalui surat edaran nomor: B-4692/kk.13.23/2/PP.00/12/2020 tentang Pemberitahuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 di Kabupaten Sumenep hingga saat ini dari 1.256 kasus Covid-19, sebanyak 927 sembuh, 76 meninggal, dan 329 pasien masih dalam perawatan.

Secara nasional hingga 3 Januari 2021 pukul 12.00 WIB, perkembangan Covid-19 di Indonesia berjumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 765.350 kasus dengan 631.937 sembuh dan 22.734 meninggal.

Menurut, H Zainor, untuk sementara waktu jumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumenep berjumlah 1.457 lembaga. “Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilarang, untuk sementara waktu dialihkan ke sistem daring,” ujarnya.

Uji coba PJJ akan diterapkan mulai Senin hingga 21 hari kedepan. “Sambil menunggu ketentuan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia menyarankan, para guru dan tenaga kependidikan baik PNS maupun Non PNS, Pengawas Madrasah untuk elaksanakan Work From Home (WFH) sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Soal kendala jaringan, Zainor menjelaskan bahwa guru sudah lebih paham karena di Kemenag sudah ada sistem e-learning. Artinya guru bisa membedakan mana murid yang terkendala dengan sinyal. “Bisa saja tugasnya melalui Whatsaap,” tuturnya.

“Yang jelas meskipun PJJ harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, dan cuci tangan,” pungkasnya. (rus)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network