Olah Daun Kelor Jadi Obat Kolesterol, 5 Mahasiswa Asal Sumenep Raih Penghargaan Dunia

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Sumenep berhasil meraih penghargaan di ajang SIIF 2022 di Korea Selatan (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Kabupaten Sumenep berhasil meraih penghargaan Special Awards dan Silver Medal pada ajang Seoul Internasional Invention Fair (SIIF).

Mereka adalah Fahrur Rozi (FH), Jefry Andy Agusty (Fapet), Malik Fajar (FP), Nadia Sheren Maulina (Fisip), dan Rimul Azilah (Filkom).

Kegiatan yang digelar Korean Invention Promotion Association (KIPA) dan Korean Intellectual Property Office (KIPO) itu dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan, pada 15-22 November 2022.

Fahrur Rozi menuturkan, dia bersama teman-temanya mewakili Universitas Brawijaya pada gelaran yang diikuti oleh 30 negara tersebut. Pada kesempatan itu, dia dan tim berinovasi dengan mengolah pohon kelor dari Sumenep menjadi obat kolesterol.

Kelor tersebut disulap menjadi teh herbal dengan branding Morish Tea (Moringa Oleifera Sumenep Herbal Tea).

Produk itu, kata dia, berhasil bersaing dengan 600 produk lain, baik yang dibawakan oleh mahasiswa maupun perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. “Kami berhasil meraih spesial award atas inovasi yang menarik dan berdaya jual tinggi,” kata Fahrur.

Alumni Pesantren Al-Amien Prenduan ini mengaku bangga dan bahagia. Sebab bisa mengharumkan nama almamater dan daerah kelahiran.

“Hampir saja kami merasa ragu untuk bersama menuju Korea Selatan. Bahkan kami dari awal tidak berekspektasi tinggi terhadap produk yang kami bawakan, namun ternyata produk ini bukan hanya menjadi terobosan pertama, tetapi juga sangat diminati oleh para pengunjung asing. Bagi kami perjuangan ini adalah perjuangan kebersamaan. Karena kebersamaan yang sesungguhnya baru akan diuji saat kita sama-sama berjuang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Fahrur, produk tersebut tidak hanya diikutsertakan dalam kompetisi. Ke depan, Morish Tea juga akan terus dikembangkan. Menurut dia, lomba itu bukan hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan diri, namun juga sebagai salah satu upaya dalam memperkenalkan komoditas lokal daerah Kabupaten Sumenep.

Dia berharap, dengan adanya produk tersebut juga dapat membantu meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sumenep, dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah sekaligus berbagai UMKM. Termasuk bisa lanjut masuk pasar internasional melalui investor-investor asing.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami, baik di Kota Malang maupun di Kabupaten Sumenep. Begitu pula terima kasih atas segala doa dan dukungan dari keluarga di rumah, sehingga kami bisa terbang ke negeri gingseng dan memperoleh kemenangan ini,” tuturnya.

“Dan untuk keempat sahabat saya, jangan sampai berhenti di sini kita harus terbang lebih tinggi dan mengepakkan sayap lebih jauh lagi,” pungkasnya. (rus/red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network