Serentak Seluruh Kecamatan, Bupati Baddrut Pimpin Tahlil untuk KH Abd Hamid di Pendopo

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sambutan dan memimpin tahlil dan doa bersama untuk RKH Abdul Hamid di Mandhepa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Senin, 18 Januari 2021 (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menginstruksikan seluruh aparatur sipil negeri di lingkungan Pemkab Pamekasan agar menggelar tahlil dan doa bersama untuk RKH Abdul Hamid bin KH Ahmad Mahfud Zayyadi.

Tahlil dan doa bersama digelar selama tujuh hari dan kegiatan itu digelar di Mandhepa Agung Ronggosukowati dan pendopo di 13 kecamatan se- Pamekasan.

Bupati Baddrut Tamam memimpin langsung acara tahlil dan doa bersama Mandhepa Agung Ronggosukowati, Senin, 18 Januari 2021.

Sejumlah pejabat Pemkab Pamekasan yang terlihat sering hadir dalam acara tahlilan dan doa bersama di Mandhepa Agung Ronggosukowati itu antara lain Sekretaris Daerah Totok Hartono, para staf ahli dan Asisten Sekda, para Pimpinan OPD serta para staf di Lingkungan Pemkab Pamekasan.

“Melalui kebijakan ini, saya ingin mengimplementasikan hakikat Gerakan Masyarakat Islam (Gerbang Salam) dalam bentuk nyata. Dan ini bagian dari implementasi program Gerbang Salam yang telah ditetapkan sejak lama,” kata Baddrut.

KH Abd Hamid merupakan pengasuh keempat Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan. Selain itu, sosok ulama kharismatik ini dikenal sebagai sosok panutan, berintegritas, ta’dhim kepada guru-gurunya.

KH Abd Hamid adalah pengusuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Wafat pada Jumat, 15 Januari 2021 pada usia 72 tahun. Almarhum merupakan ulama kharismatik dengan ribuan santri. Bupati Baddrut termasuk salah satu santrinya.

Kiai Abd Hamid merupakan tokoh yang memiliki peran strategis dalam pendidikan dan dakwah. Hal itu dapat dilihat dari para santri didikannya yang sudah banyak berkiprah di berbagai daerah di seluruh Nusantara, bahkan luar negeri.

Bupati Baddrut mengelurkan Surat Edaran ditujukan kepada seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa yang tersebar di seluruh kecamatan di Pamekasan.

Dalam surat edaran Nomor 450/32/432.033/2021 tertanggal 17 Januari 2021 tersebut berisi imbaun agar mereka melaksanakan tahlil dan doa bersama setiap usai shalat maghrib secara serentak hingga Jumat, 22 Januari 2021.

Baddrut mengatakan, kegiatan tahlil dan dan bersama akan menjadi tradisi baru di lingkungan Pemkab Pamekasan bahwa jika ada ulama dan pejabat yang telah meninggal dunia hendaknya Pemkab harus ikut mendoakan.

“Semoga hal ini menjadi model baru penghormatan kami kepada para tokoh dan ulama,” tegasnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network