Bupati Dorong Syaikhona Kholil Segera Ditetapkan Pahlawan Nasional

Bangkalan – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron terus mendorong agar Syaikhona KH Muhammad Kholil segera mendapat pengakuan negara sebagai pahlawan nasional.

Dorongan itu ia tegaskan pada seminar nasional yang digelar secara online dan offline dalam rangka usulan gelar kepahlawanan Syaikhona Muhammad Kholil di Pendopo Agung Bangkalan, Senin, 25 Januari 2021.

Ia menjelaskan bahwa usulan gelar kepahlawanan Syaikhana Muhammad Kholil harus segera diserahkan sebelum April 2021 pada pekan kedua. Karena itu, ia berharap dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat Madura agar usulan gelar pahlawan ini dapat segera terealisasikan.

Ada sejumlah pertimbangan usulan agar Syakhonan ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Di antaranya sosok Syiakhonan Kholil menjadi penentu lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) melalui KH M Hasyim Asy’ari. Menjadi embrio lahirnya pergerakan nasional dan nasionalisme di kalangan pesantren.

Pertimbangan lain, Syaikhonan menjadi episentrum jejaring ulama dan Islam Nusantara, sebagai mahaguru yang menghasilkan pejuang dan para pahlawan.

Syaikhonan juga merupakan peletak dasar nilai-nilai Islam Indonesia yang universal, moderat, terbuka, dan toleran. Menjadi pelopor implementasi instrumen pendidikan Islam dalam pendidikan di Nusantara, serta menjadi pencetak kader ulama dan pahlawan nasional.

Bupati yang akrab dipanggil Ra Latif ini menjelasn, selain adanya persetujuan dari pihak ahli waris, perlu adanya kelengkapan lain yang harus disiapkan secara administrasi.

“Untuk usulan gelar pahlawan harus ada persetujuan dari ahli waris, kemudian ada usulan lainnya yang harus dilengkapi secara administratif, seperti foto atau sketsa nanti juga perlu persetujuan dari pihak keluarga,” ujarnya.

Ra Latif mengakui, Pemerintah Kabupaten Bangkalan sudah mengusulkan melalui dinas sosial sejak tahun 2019 agar Syaikhana Muhammad Kholil dianugerahi gelar pahlawan nasional.

“Informasinya, setidaknya ada 6 santrinya sudah mendapatkan gelar pahlawan. Artinya, beliau sebagai guru bagi para pahlawan. Sehingga gelar pahlawan pun tepat diberikan kepada beliau,” pungkasnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network