MTQ XXIX Jatim

Musik Tradisional Pak Kopak Meriahkan Penutupan MTQ Jatim 2021

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (tengah) bersama tim paduan suara dari SMAN 1 Pemekasan menjelang penutupan MTQ XXIX Jatim 2021 di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Rabu, 10 Nopember 2021 (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Pesta penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Provinsi Jawa Timur 2021 di Kabupaten Pamekasan, Rabu malam, 10 Nopember 2021, berlangsung cukup meriah. Ditutup secara resmi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan ditandai dengan penabuhan ‘Pak Koplak’.

Berlangsung di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhapa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, acara penutupan dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional ‘Pak Kopak’, sebuah alat musik yang biasa dipakai petani untuk mengusir burung yang mengganggu tanaman.

“Alat musik ini sebagai spirit kami untuk mengusir virus Corona dari Jawa Timur dan Indonesia,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat meninjau persiapan acara penutupan MTQ Jatim 2021.

Para undangan dan masyarakat juga dihibur lagu-lagu tradisional Madura, seperti Ole Olang, Tandhu’ Majeng, Ngapote, Lir Sa Alir, Pajer Lagghu dan lainnya yang dibawakan oleh tim paduan suara dari SMAN 1 Kabupaten Pemekasan, serta tari-tarian tradisional dari Pamekasan.

“Tari-tarian tradisional yang menggambarkan bahwa orang Madura itu ramah-ramah dan melepas tamu dengan baik,” jelasnya.

MTQ Jatim 2021 ditutup secara resmi oleh Gubernur Jatim Khofifah ditandai dengan penabuhan ‘Pak Koplak’. Khofifah didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan Ketua Dewan Hakim.

Turut hadir menyaksikan penutupan, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto, beberapa bupati/wali kota se-Jatim, Forkopimda Kabupaten Pamekasan, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, dan seluruh kafilah.

Dalam acara penutupan juga ditandai dengan penyerahan Piala Gubernur Jawa Timur kepada Juara Umum MTQ XXIX Jatim 2021, yakni Kabupaten Lamongan. Piala diserahkan langsung kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Sementara juara umum peringkat kedua diraih Kabupaten Sidoarjo, peringkat ketiga Kabupaten Tuban, peringkat keempat Kabupaten Gresik, dan peringkat kelima diraih Kabupaten Lumajang.

Selain itu, dalam penutupan juga diserahkan Bendera MTQ XXIX Jatim 2021 kepada tuan rumah penyelenggara MTQ XXX Jatim Tahun 2023 yakni Kota Pasuruan, yang diterima langsung oleh Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf.

“MTQ Jatim 2021 di kabupaten Pamekasan, secara resmi ditutup. Selanjutnya akan digelar di Kota Pasuruan,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan banyak kepala daerah dari kabupaten/kota di Jawa Timur yang menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah MTQ Ke-30 pada tahun 2023. “Namun berdasar hasil keputusan bersama, MTQ Ke-30 Jatim diletakkan di Kota Pasuruan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukurnya karena perhelatan MTQ Jatim 2021 berjalan lancar, aman, tertib dan sukses, baik sukses penyelenggaraan, sukses protokol kesehatan, sukses pemberdayaan ekonomi, serta sukses membangun atmosfer nilai-nilai Qurani.

“Terima kasih seluruh kafilah, terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Pamekasan, khususnya Bupati Pamekasan yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ kali ini, bagaimana suasana MTQ ini begitu terasa di Kabupaten Pamekasan ini,” kata Khofifah.

“Semoga MTQ ini menjadi penguatan kebersatuan kita, mempererat ukhuwah Islamiyah kita dan bahwa dari spirit MTQ ini akan mendorong bangkitnya Jatim yang kita cintai ini.”

MTQ Jatim 2021 digelar di Kabupaten Pamekasan pada 2-11 Nopember 2021, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Khofifah di Gedung Bakorwil IV Pamekasan, Rabu malam, 3 Nopember 2021. MTQ diikuti sebanyak 1.303 peserta dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network