PT Garam Dinilai Abai pada Lingkungan

Mistar, aktivis lingkungan Bank Sampah Roma Sangkol (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Aktivis lingkungan Bank Sampah Roma Sangkol, Mistar, mendukung aksi mahasiswa yang tergabung dalam Mapala Wisata di depan kantor PT Garam.

Menurut Mistar, sebagai perusahaan negara, PT Garam tidak punya kepedulian pada lingkungan.

“Saya dukung seratus persen aksi teman-teman ini. Sungguh satu ironi memang, Desa Pinggir Papas dan Desa Karang Anyar kumuh. Kenapa? Karena di sini ada PT Garam. Kita dikelilingi lahan yang dikelola PT Garam, sudah sepantasnya PT garam memperhatikan lingkungan,” kata Mistar kepada SantriNews.com, Selasa, 3 Maret 2020.

Mistar menegaskan, PT Garam hanya sibuk melakukan pengamanan dengan bagi-bagi bantuan. Tapi tanggung jawabnya untuk memerhatikan lingkungan di sekitarnya melalui PKBL, PT Garam seperti kehilangan sense.

“Sudah sejak tahun 2014, saya dan teman-teman melakukan audiensi dengan PT Garam untuk bersama-sama mengurus dan mengelola sampah. Tapi sejauh ini, PT Garam tidak jelas andilnya dalam mengurus sampah,” tegasnya.

“Coba lihat saja, drainase milik PT Garam yang membelah desa Pinggir Papas, kumuh. Baunya tidak enak,” lanjut bendahara Bank Sampah Roma Sangkol itu.

Baca juga: Sinergikan Pengelolaan Sampah, Roma Sangkol Kunjungi DLH Sumenep

Alumni Unesa itu juga membeberkan, pihak Bank Sampah Roma Sangkol pernah melayangkan surat audiensi tahun ini tentang penanganan sampah. Tapi pihak PT Garam belum memberikan tanggapan.

Menurut Mistar, persoalan sampah ini persoalan bersama. Pihak Bank Sampah sudah mengajak semua pihak menangani sampah bersama-sama. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep memberikan respon yang baik.

“Kami tinggal menunggu langkah konkret DLH untuk mendukung kinerja teman-teman Bank Sampah. PT Garam kami sudah layangkan surat audiensi penanganan sampah, tapi belum ada tanggapan. Kita tunggu saja komitmen PT Garam. Toh, Bank Sampah Roma Sangkol terus bekerja untuk menangani sampah,” pungkasnya.

Baca juga: Santri Desak PT Garam Pedulikan Lingkungan Kumuh

Sebelumnya mahasiswa menggelar aksi bisu dan teatrikal di depan Kantor PT Garam Persero di Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, Selasa, 3 Maret 2020.

Para mahasiswa pecinta alam tersebut menilai perusahaan PT Garam tak peduli persoalan sampah, khususnya di Desa Pinggir Papas dan Karanganyar.

Mahasiswa yang tergabung dalam Mapala Wirasata ini menyebutkan Desa Karanganyar dan Desa Pinggirpapas menjadi sarang sampah yang sampai saat ini masih belum teratasi.

Ahmad Faiz Abrori, korlap aksi, mengatakan sampah yang menumpuk di dua desa tersebut mestinya dapat diatasi secara maksimal oleh PT Garam Persero. Mereka menilai, Corporate Sosial Responcibility (CSR) perusahaan negara ini cukup mengatasi permasalahan tersebut.

“Permasalahan ini memang sudah lama sekali, hanya saja PT Garam tidak mampu menyelesaikannya. Bahkan terkesan hanya menyalahkan masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, mahasiswa memberikan waktu seminggu terhadap salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu untuk melakukan langkah kongkrit terhadap sampah di dua desa tersebut.

“Kami tunggu hingga 7 × 24 jam. Jika masih belum ada apa-apa, maka kami akan bersurat pada kementrian dan Presiden RI,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Humas PT Garam Persero Sentot Wahyudi Dayat mengatakan pihaknya pada 2018 telah melakukan upaya dengan memberikan bantuan kontainer bak sampah.

“Tiap desa mendapatkan kontainer bak sampah di tahun 2018. Kemudian 2019 kami luncurkan 300 bak sampah dengan sasaran kepala rumah tangga,” terangnya.

Menurut dia, PT Garam sudah melakukan berbagai upaya, termasuk bersinergi dengan pihak terkait untuk mengatasi sampah akut itu. Hanya saja, mengenai persoalan sampah, perlu adanya peningkatan kesadaran bersama-sama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau PT Garam sendiri sudah berupaya. Hanya dari masyarakatnya sendiri yang sepertinya perlu ditingkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network