Puisi-Puisi Uswatun Hasanah – Sangkar

Ilustrasi (santrinews.com/redaksi)

SANGKAR

Aku terperangkap dalam riuh gender
Aku terperangkap dalam sangkar subordinasi
Aku terperangkap dalam platform branded
lalu, tersesat di rimba informasi

Perempuan
menggali kubangan untuk mengubur namanama
selebihnya, 
hidup dalam tiap jengkal prasangka

Jakarta, 2023

BUSUR TAKDIR

Dari manakah kau?
terseok memanggul usia
tertatih menapaki ranjau berduri
bergerak mengikuti arah matahari

sesekali menyeduh keringat dan nasib menjadi segelas hidangan
sesekali rubuh membentur bongkah doa
melesat dari busur sejauh tak berbatas

Ampunilah,
hamba hanya bakal kepompong kecil, kulit masih setipis selaput kemaluan

Bagaimana caramu menyalakan nyawamu sendiri?
mati sajalah kau!

Ampunilah,
hamba akan menguliti tubuh sendiri, sebelum peserta judi lainnya melempar se nyamplong dadu

akan hamba lucuti seluruh yang melekat, menjadikan diri satu-satunya kiblat

Tangerang, 2022

SEROPONG BAMBU

Dari tungku peradaban
seropong menyembur ribuan hoax dan omong kosong
asap menyesaki dada
mebunuh ratusan jati diri

Seropong bambu
generasi berteriak
milenial
menggantung lehernya pada gemerlap lampulampu
nyaris lupa pada makam ari-arinya sendiri

Seropong
lorong melolong

Jakarta, 2023

Uswatun Hasanah, dikenal dengan sebutan Cebbing Pancor lahir di Sumenep. Alumnus STIT Aqidah Usymuni Sumenep. Pernah aktif di Komunitas Pelar, dan Lembaga Kajian Seni Budaya Pangesto Net-Think Community Sumenep. Kini tinggal di Jakarta.

__________
Santrinews.com menerima tulisan berupa puisi, cerpen, kolom, dan oase. Naskah bisa dikirim melalui email redaksisantrinews@gmail.com. Naskah dalam bentuk MS Word, lengkap dengan bionarasi.

Terkait

No post

Puisi Lainnya

SantriNews Network