Kemenag akan Seleksi Akademik PPG Madrasah

Rapat Verifikasi dan Validasi Data Simpatika (santrinews.com/istimewa)

Malang – Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama M Zain mengatakan, seleksi Akademik Program Pendidikan Guru (PPG) Madrasah akan diselenggarakan berbasis Tempat Uji Kompetensi atau TUK.

Hal itu disampaikan M Zain dalam Rapat Verifikasi dan Validasi Data Simpatika yang berlangsung selama tiga hari ke depan, 28 Februari 2023-2 Maret 2023. Rapat diadiri para Subkoordinator Guru Madrasah dan Operator Simpatika Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia.

“Seleksi akademik ini bertujuan memilih para peserta PPG Madrasah 2023,” kata M Zain.

Pelaksanaan seleksi berbasis TUK ini, kata Zain, guru akan melaksanakan ujian di tempat yang telah ditentukan. Akan tetapi proses pelaksanaan ujian tetap menggunakan perangkat-perangkat digital seperti PC dan laptop, “maka dari itu harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” jelasnya.

Zain menegaskan, transformasi digital dalam pelayanan publik saat ini menjadi sebuah keharusan. Oleha karena itu, para pelayan publik juga dituntut untuk menguasai perangkat-perangkat digital guna menunjang hal tersebut.

“Transformasi digital tidak akan bisa terlaksana jika tidak dimulai dengan perubahan mindset, sehingga kita tidak boleh berpikir manual secara terus-menerus, akan tetapi harus dapat berpikir lebih kreatif supaya pekerjaan dapat terselesaikan secara cepat,” katanya.

Sementara, Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs Mustofa Fahmi mengatakan, Verifikasi dan Validasi Data Simpatika membahas sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan-kebijakan strategis terkait guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Selain seleksi akademik PPG madrasah, kata Fahmi, pihaknya tengah menyiapkan regulasi terkait redistribusi guru madrasah. Kebijakan ini bertujuan untuk memetakan dan melakukan pemerataan kualitas madrasah.

“Saat ini kita belum memiliki regulasi terkait dengan distribusi guru madrasah, sehingga proses distribusi guru madrasah yang dilakukan oleh Kanwil Kemenag Provinsi saat ini sarat akan kepentingan,” kata Fahmi.

Ia berharap, dengan adanya regulasi tersebut setidaknya kita dapat mengatur dan memetakan sebaran guru madrasah secara ideal. (red)

Terkait

NASIONAL Lainnya

SantriNews Network