Jodoh Masih Dicari Padahal Sudah Ditetapkan, Begini Penjelasan Ning Imaz

Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra dan Gus Rifqil Muslim Suyuti (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz memberikan penjelasan tentang jodoh, yang mana dipercaya, telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa jodoh harus tetap dicari padahal merupakan takdir?

“Takdir terbagi menjadi dua yakni mubram dan muallaq. Takdir telah ditetapkan oleh Allah, namun ada pula yang berubah sesuai dengan kehendak-Nya,” kata Ning Imaz dalam sebuah video yang tayang di NU Online, Senin, 15 Mei 2023.

Ning Imaz yang berasal dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur itu menegaskan, sesuai dengan keyakinan ahlussunnah wal jamaah, takdir itu ada yang mubram dan muallaq. “Bahwa takdir itu sudah ditentukan, tapi juga bisa berubah-ubah jika memang Allah kehendaki,” tegasnya.

Adapun salah satu cara untuk mengetuk rahmat Allah untuk mendapatkan ketetapan yang baik, kata dia, adalah dengan berdoa. Doa sendiri terbagi menjadi dua kategori yakni doa batin dan doa dhahir.

“Doa batin adalah doa yang kita panjatkan di sepertiga malam, setelah shalat. Doa dhohir adalah doa yang kita upayakan,” terang putri pasangan KH Abdul Khaliq Ridwan dan Nyai Hj Eeng Sukarendah itu.

Doa dhohir, lanjut dia, merupakan upaya manusia untuk mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai.

“Manusia ini kan dhohir atau lemah, bahwa la haula wala quwwata illa billah. Maqom manusia adalah berusaha,” ucap istri Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal, Gus Rifqil Muslim Suyuti atau Gus Rifqil Muslim itu.

“Tidak bisa kita diam saja berharap makanan datang sendiri ke mulut kita kemudian kita kenyang. Kita harus berusaha mencari makanan memasukkannya ke dalam mulut, mengunyahnya, menelannya, lalu kemudian kenyang. Ini adalah maqom manusia ya, berusaha,” imbuh dia.

Maka itu, Ning Imaz melihat perihal jodoh sebagai sebuah ketetapan tetap memerlukan usaha masing-masing dari setiap individu untuk mencapainya.

Takdir, lanjutnya, memang ditentukan tetapi manusia diberikan kesanggupan oleh Allah swt untuk melakukan hal yang bisa diupayakan dalam hal ada kendali manusia itu sendiri.

“Yakni menggerakkan tangan, kaki, kehendak, dan bisa dialokasikan untuk hal-hal baik,” jelasnya.

“Dalam kendali itu memang Allah berikan kekuatan kepada manusia untuk melakukannya. Kita tidak boleh pasrah, kita harus memiliki daya juang, mental juang untuk meraih yang kita inginkan,” tandasnya. (nu/red)

Terkait

NASIONAL Lainnya

SantriNews Network