Pengertian Fiqih Secara Bahasa dan Istilah

Pengertian Fiqih menurut bahasa dan istilah (santrinews.com/istimewa).

Fiqih merupakan salah satu ilmu dalam Islam. Fiqih berasal dari bahasa arab: ﻓﻘﻪ, dalam bahasa Indonesia menjadi Fiqh. Secara bahasa, mempunyai arti paham atau mengerti. Dalam artian pemahaman terhadap hukum syari’at yang diturunkan oleh Allah dan Rasulnya. Fiqih dalam bahasa berarti ‘paham’, seperti dalam firman Allah dalam A-Qur’an.

“Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)

Dalam surah Attaubah ayat 122 juga menjelaskan: “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pemahaman mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”

Pengertian Fiqih menurut bahasa juga dapat dipahami melalui sabda Nabi di bawah ini:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” [HR. Bukhari No. 2948 dan Muslim No. 1037)

Pengertian Fiqih Secara Istilah

Secara istilah, Fiqih merupakan ilmu yang mempelajari tentang tata cara beribadah kepada Allah SWT. Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf, dengan tujuan untuk mengetahui hukum-hukum suatu perbuatan. Apakah itu wajib, sunnah, haram, makruh, mubah, dilihat dari dalil-dalil yang ada. Baik itu dalil qath’i ataupun dalil dzanni.

Secara umum, para ulama mendefinisikan fiqih sebagai berikut:

الْعِلْمُ بِالأْحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ الْعَمَلِيَّةِ الْمُكْتَسَبُ مِنْ أَدِلَّتِهَا التَّفْصِيلِيَّةِ

Artinya: ”Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil dari dalil-dalil secara rinci,”

Definisi Fiqih menurut ulama Hanafiyah adalah:

علم يبين الحقوق والواجبات التى تتعلق بافعال المكلفين

Artinya: “Ilmu yang menerangkan segala hak dan kewajiban yang berhubungan dengan perbuatan para mukallaf”.

Pengertian Fiqih menurut Ulama Syafi’iyah:

العلم الذي يبين الاحكام الشرعية التى تتعلق بافعال المكلفين المستنبط من ادلتها التفصلية

_Artinya: “Ilmu yang menerangkan segala hukum agama yang berhubungan dengan perbuatan para mukallaf yang digali (di istinbat) dari dalil-dalil yang jelas (tafshily)”.
_
Zarkasi Abdul Salam memberikan pengertian fiqih adalah:

الفهم .العميق النا خذ تتعرف عليك الا قوال والافعال

Artinya : “Pemahaman yang mendalam lagi tuntas yang dapat menunjukkan tujuan dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan”.

Selain itu, Zakaria Al Anshari seorang ahli fiqh pendukung mazhab Syafi’i (wafat 926 H) menyebutkan pengertian fiqh menurut istilah ialah “Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at mengenai amal perbuatan, hukum-hukum yang mana diperoleh dari dalil-dalil yang terperinci bagi hukum-hukum tersebut.”1

Dalam kitab Durr ul-Mukhtar disebutkan bahwa fiqih mempunyai dua makna, yakni menurut ahli usul dan ahli fiqih. Masing-masing memiliki pengertian dan dasar sendiri-sendiri dalam memaknai fiqih. Ada macam-macam ilmu fiqih dan pembagiannya.

Menurut ahli usul, fiqih adalah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syara’ yang bersifat far’iyah (cabang), yang dihasilkan dari dalil-dalil yang tafsil (khusus, rinci dan jelas). Tegasnya, para ahli usul mengartikan fiqih adalah mengetahui hukum dan dalilnya.

Menurut para ahli fiqih (fuqaha), fiqih adalah mengetahui hukum-hukum syara’ yang menjadi sifat bagi perbuatan para hamba (mukallaf), yaitu: wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah.

Sedangkan yang dimaksud dengan Fiqih Islam ialah sekumpulan hukum syara’ yang sudah dibukukan dari berbagai mazhab yang empat atau mazhab lainnya dan dinukilkan dari fatwa-fatwa sahabat dan tabi’in, baik dari fuqaha yang tujuh di Madinah mau pun fuqaha Makkah, fuqaha Syam, fuqaha Mesir, fuqaha Iraq, fuqaha Basrah. (red)

[1] Dr. Musthafa Ahmad Az-Zarqa’, Al Madkhal Al Fiqhi Al ‘Am, (Damaskus : Al Adib, 1967-1968), I, hal. 42

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network