Nasihat Ulama: Bahaya Mata Jelalatan

Bahaya Mata Jelalatan (santrinews.com/istimewa)

Mata merupakan salah satu organ yang penting bagi manusia. Sebagai indera penglihat, mata adalah anugerah yang diberikan oleh Allah swt. Dengan mata manusia bisa berinteraksi antar sesama.

Kita patut bersyukur diberikan nikmat berupa mata. Bisa melihat, dan menyaksikan dunia beserta isinya. Bisa membedakan mana yang putih mana yang hitam.

Bentuk syukur bisa dilakukan dengan cara melihat dan memandang sesuatu yang baik. Menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang Allah halalkan, menghindarkan dari pandangan haram, dan melihat tanda kebesaran Allah.

Karena, setiap pandangan mata nantinya akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah swt.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al Isra: 36)

Oleh karena itu, gunakanlah mata untuk kebaikan yang menyimpan pahala. Jagalah kehormatan mata karena juga berdampak terhadap kualitas iman manusia.

Mata juga bisa bisa menjerumuskan manusia ke neraka. Termasuk juga mata yang jelalatan, karena menggunakan mata untuk melihat sesuatu yang dilarang agama, dan menutup mata dari tanda-tanda kekuasaan Allah swt.

Ibnu Jauzi rahimahullah mengatakan:

وقد ذهب دين خلق كثير من المتعبدين إبطالق البصر

Artinya: “Banyak orang yang berlatih untuk sungguh sungguh beribadah kepada Allah (baca: tukang ngaji dan pengajian) yang rusak agamanya gara-gara tidak menjaga pandangan”.

Perkataan Ibnul Jauzi menunjukkan adanya hubungan erat antara menjaga pandangan dengan terjaganya kualitas iman seseorang. Awal rusaknya agama seseorang adalah ketidakmampuan dalam mengendalikan pandangan.

Sehingga, dampak dari tidak mampu mengendalikan pandangan adalah rusaknya kehormatan dan tidak terjaganya rasa malu.

Oleh karena itu, dalam Al-Quran Allah memerintahkan untuk mengotrol pandangan mata sebelum memerintahkan untuk menjaga malu dan kehormatan.

Dengan demikian, bekal awal meniti anak tangga keshalihan adalah menjaga pandangan. Juga sebaliknya, bekal awal memasuki jurang kerusakan adalah melepas pandagan tanpa kontrol dan batas. (red)

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network