Mengenal Padang Arafah, Tempat Pertemuan Adam-Hawa

Padang Afafah (santrinews.com/istimewa)

Padang Arafah menyimpan satu kisah pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa yang tercatat dalam peradaban Islam. Sejarah pertemuan dua insan di bumi ini akan mengantarkan kita pada satu titik dimensi kontemplatif dan memetik hikmah di dalamnya.

Arafah merupakan padang pasir dengan luas 12 juta meter persegi. Arafah terletak di sebelah tenggara Kota Makkah dengan jarak kurang lebih 25 kilometer.

Ketika musim haji, di padang Arafah ini seluruh jamaah haji melaksanakan rangkaian wukuf yang diisi dengan dzikir, istighfar, dan berdoa.

Menurut Quraish Shihab, Arafah bermakna mengenal atau mengakui, karena di padang Arafalah manusia seharusnya mengenal eksistensi dirinya dan mengakui dosa dan kesalahan-kesalahannya.

Definisi lain, melansir situs Kemenag, bahwa Arafah bermakna mengetahui, manusia mengetahui tentang dirinya sendiri dan arti kehadirannya di bumi.

Di Arafah terdapat sebuah bukit bernama Jabal Rahmah, di tempat itulah konon Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu setelah diturunkan ke bumi, terpisah jarak yang jauh dan waktu sekitar 200 tahun lamanya. Ada riwayat mengatakan Nabi Adam diturunkan di India dan Siti Hawa di Jeddah.

Di padang Arafah ini kemudian Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu dan menyesali dosa yang mereka telah lakukan berdua di surga, yaitu memakan buah terlarang khuldi. Kemudian doa mereka diabadikan dalam Surah Al-A’raf ayat 23.

Ayat ini menyatakan bahwa bukan saja Siti Hawa yang tergoda dengan tipudaya setan tetapi juga Nabi Adam. Dari Nabi Adam dan Siti Hawa menjadi muasal lahir nenek moyang manusia hingga saat ini. Siti Hawa adalah sosok perempuan salehah yang senantiasa menemani Nabi Adam, terbukti ketika mereka terlempar dari surga keduanya kemudian saling mencari.

Sebagai perempuan pertama, nama Siti Hawa tidak ditemukan dalam Al Quraan. Tetapi menurut Imam Nawawi dalam syarah shahih Imam Muslim, menurut Ibnu Abbas Hawa dinamakan demikian karena Hawa adalah ibu dari setiap kehidupan.

Siti Hawa juga adalah tipe perempuan yang sabar terbukti mau bersabar dan mencari pasangannya yang terpisah jarak dan waktu yang lama. Sabar juga dalam menghadapi ujian dialami suaminya. Tidak pernah mengeluh dan selalu bertaubat atas dosa yang telah ia lakukan bersama suaminya.

Berdasar kisah di atas, kita dapat memetik satu pelajaran bahwa di padang Arafah dimulai kehidupan manusia sejak bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa kemudian beranak pinak. Dari kandungan Siti Hawa kemudian lahirlah keturunan Bani Adam. (kemenag/red)

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network