Ketahui Tata Cara Shalat Sunnah pada Malam Lailatul Qadar

Shalat (santrinews.com/rifqi)

LAILATUL Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dan penuh berkah dalam agama Islam. Malam ini terjadi pada salah satu malam terakhir di bulan Ramadhan, tetapi tanggal pastinya tidak diketahui dan dapat jatuh pada tanggal ganjil antara 21-29 Ramadhan.

Lailatul Qadar dianggap sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam diharapkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir termasuk menunaikan shalat sunnah pada malam Lailatul Qadar.

Dalam sebuah artikel berjudul Tata Cara Shalat Sunnah Lailatul Qadar yang ditayangkan NU Online, dijelaskan bahwa sebenarnya tuntunan shalat sunnah malam lailatul qadar tidak disebutkan dalam hadits dan kitab-kitab fiqih. Tetapi kita dapat menemukannya dalam kitab Durratun Nashihin.

Dalam kitab tersebut, shalat sunnah dilakukan sebanyak dua rakaat sebagaimana pada umumnya. Adapun bacaan surat dan doanya adalah sebagai berikut:

1. Pada rakaat pertama, membaca Surat Al-Fatihah

2. Kemudian membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama

3. Pada rakaat kedua, membaca Surat Al-Fatihah

4. Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua

5. Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali

Adapun lafal istighfar yang dibaca setelah salam adalah sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi

Artinya: “Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya.”

Dalam riwayat kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa bagi orang yang mengamalkan shalat sunnah dua rakaat malam lailatul qadar Allah swt akan mengampuninya dan mengampuni kedua orang tuanya ketika ia bangun dari duduknya.

Selain itu disebutkan juga bahwa Allah swt mengutus malaikat ke surga untuk menanam pohon, membangun istana, dan menggali sungai di surga bagi orang yang mengamalkan shalat sunnah lailatul qadar. Orang tersebut akan melihatnya sebelum meninggal dunia. (Syekh Utsman Al-Khaubawi, Durratun Nashihin fil Wa‘zhi wal Irsyad, [Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 285-286).

Namun, riwayat dari sahabat Ibnu Abbas ra dalam kitab ini dipermasalahkan. Riwayat tersebut dikutip dari Tafsir Al-Hanafi, tetapi riwayat ini tidak pernah ditemukan dalam kitab-kitab hadits yang selama ini menjadi rujukan dalam merumuskan hukum Islam (fiqih). oleh karena itu, dalam kitab-kitab fiqih kita tidak menemukan shalat sunnah lailatul qadar dalam bab shalat nafilah atau shalat-shalat sunnah. (nu/red)

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network