Hukum Golput menurut Pandangan Islam

Hukum golput menurut Islam (santrinews.com/istimewa)

Ketika pemilahan umum tiba, tak sedikit masyarakat bersikap apatis dan tidak mau mencoblos alias golput dengan alasan tertentu. Dalam hal ini, bagaimana pandangan Islam terkait sikap golput?

Pemilihan umum dengan segenap prosedurnya merupakan mekanisme di dalam demokrasi dalam rangka menjaga keberlangsungan pemerintahan.

Suara masyarakat dibutuhkan untuk menentukan pemimpin yang akan memegang pemerintahan yang sah secara konstitusional.

Masyarakat mendapat undangan untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah ditunjuk oleh petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lalu bagaimana mereka yang memilih untuk bersikap golput?

Secara konstitusional, kehadiran masyarakat untuk mencoblos kertas suara di TPS merupakan hak masyarakat. Tidak ada hukum positif yang menyebutkan sanksi bagi mereka yang tidak hadir di TPS.

Namun demikian, kita perlu memandang bahwa undangan pihak KPU agar masyarakat hadir di TPS merupakan sebuah keharusan yang bersifat darurat untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan yang sah meski tidak ada sanksi secara konstitusional sebagaimana keterangan berikut.

قوله (وواجب نصب إمام عدل) أي نصب إمام عدل واجب على الأمة عند عدم النص من الله أو رسوله على معين وعدم الاستخلاف من الإمام السابق… ولا فرق في وجوب نصب الإمام بين زمن الفتنة وغيره كما هو مذهب أهل السنة وأكثر المعتزلة

Artinya, “(Wajib menegakkan pemerintah yang adil) maksudnya, umat diwajibkan untuk menegakkan pemerintahan yang adil ketika tidak ada nash dari Allah atau rasul-Nya pada pribadi tertentu, dan tidak ada penunjukkan pengganti dari pemerintah sebelumnya… Tidak ada perbedaan soal kewajiban menegakkan pemerintahan di zaman kaos/fitnah atau situasi stabil-kondusif-normal sebagaimana pandangan Mazhab Ahlussunnah dan mayoritas ulama Muktazilah,”

Syekh M Ibrahim Al-Baijuri menyebutkan bahwa umat Islam berkewajiban untuk menjaga keberlangsungan kepemimpinan di tengah masyarakat. Kewajiban ini bersifat syari, bukan aqli.

قوله (بالشرع فاعلم لا بحكم العقل) أي إن وجوب نصب الإمام بالشرع عند أهل السنة فاعلم ذلك

Artinya: “(Berdasarkan perintah syariat, patut diketahui, bukan berdasarkan hukum logika), maksudnya, penegakan pemerintahan merupakan kewajiban sesuai perintah syariat bagi kalangan Ahlussunnah wal jamaah. Pahamilah hal demikian,”

Oleh karena itu, kehadiran kita di TPS merupakan sebuah kewajiban menurut syariat. Hal ini untuk menjaga tegaknya keberlangsungan pemerintahan yang sah.

Dengan kata lain, sikap golput adalah sikap yang bertentangan dengan pandangan Islam terkait perintah tegaknya keberlangsungan pemerintahan yang sah. (red)

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network