5 Macam Istilah yang Berkaitan dengan Kurban

Sapi (santrinews.com/istimewa)

Kurban, salah satu ibadah yang dikerjakan umat Islam pada saat Hari Raya Idul Adha atau lebaran haji. Secara harfiah, kurban berasal dari bahasa Arab qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Dalam artian, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Pada Hari Raya Idul Adha dianjurkan untuk berkurban bagi mereka yang mampu. Perintah kurban sendiri merujuk pada sejarah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Namun, pada saat yang krusial, Allah swt menggantikan Ismail dengan seekor domba. Hal ini kemudian melatarbelakangi perintah kurban.

Dalam pelaksanaannya, praktik kurban dilakukan dengan cara menyembelih sapi, kambing, domba, atau unta. Kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha.

Ada 5 macam istilah kurban yang secara paralel memiliki keterikatan makna dan saling berkaitan.

Istilah pertama yaitu kurban itu sendiri, yang merupakan istilah paling awal digunakan dalam konteks sejarah berkurban. 

Istilah ini disampaikan oleh Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 27, yaitu terkait dengan perintah kepada putra Nabi Ibrahim AS untuk berkurban sesuai dengan yang dimiliki.

Kedua, terdapat istilah udhiyah, bentuk jamak dari kata dhahiyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha), yaitu sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai dengan tanggal 13 bulan Dzulhijjah. Dari sini muncul istilah Idul Adha.

Sedangkan istilah ketiga yaitu dzibh atau dzabih. Jika merujuk ke dalam QS Ash-Shaffat ayat 107, kedua kata itu bermakna sembelihan atau yang disembelih. Istilah keempat yang berkaitan dengan kurban yaitu nahr yang dimaknai lebih pada proses pemotongan hewannya. Sehingga saat penyembelihan sering juga disebut dengan ayyamun nahr.

Kelima, ada istilah tasyriq yang memiliki arti asal menjemur atau mendendeng daging. Istilah ini menjadi indikasi sekaligus anjuran supaya daging kurban tidak dikonsumsi habis dalam waktu sehari.

Sebagai tambahan, penyembelihan hewan harus dilaksanakan setelah shalat Idul Adha. Hewan yang akan dijadikan kurban harus sesuai syarat dan kriteria yang ditetapkan dalam Islam. Hewan kurban harus berupa hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau unta.

Selain itu, hewan kurban memiliki cukup usia minimal, harus sehat, tidak cacat, dan tidak berpenyakit. Dalam artian memiliki kondisi fisik yang layak dijadikan kurban. (red)

Terkait

HALAQAH Lainnya

SantriNews Network