Warga Gendang Timur Minta Pemerintah Ganti Juru Kunci Asta Blingi

Makam Sunan Wirokromo Asta Blingi dan SK Juru Kunci (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Sejumlah warga Desa Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Kepulauan Spudi, Sumenep, Madura Jawa Timur, melakukan audiensi di Aula Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada, Kamis 2 Maret 2023. Mereka menuntut juru kunci segera diganti.

Asta Blingi merupakan makam keramat di Desa Gendang Timur dan sudah ditetapkan menjadi cagar budaya. Pemerintah Sumenep menunjuk Yayasan Sunan Wirokromo sebagai pengelola dan H Ahmadi sebagai juru kunci. Keduanya ditetapkan melalui SK Bupati Sumenep: 188/31/KEP/435.014/2021 tertanggal 25 Januari 2021.

Kendati demikian,  H Lutfi Wahedi salah satu peserta audiensi mengatakan bahwa juru kunci yang ditetapkan oleh pemerintah tidak pernah ada di Asta Blingi. H Ahmadi dinilai tidak amanah dalam menjalankan tugasnya. “Tidak pernah ada sama sekali, bukan hanya jarang, tapi sama sekali tidak pernah melayani para peziarah,” ujarnya kepada Santrinews.

Ia mengungkapkan, H Ahmadi bukan warga desa setempat, melainkan warga luar Desa Gendang Timur dan menetap di Situbondo. “Ini kan aneh,  kebetulan saja dia beristri ke Gayam namun dia di Situbondo. Kami tidak keberatan Asta Blingi dikelola yayasan asal warga setempat dilibatkan bukan orang luar, karena berpuluh tahun warga sudah merawat Asta Blingi,” urainya.

Segala pernyataan H Lutfi Wahedi itu dikuatkan oleh peserta audiensi lain, yakni H Sirajuddin, Ketua BPD Gendang Timur Awet,  perwakilan masyarakat Zaini dan Kades setempat Mashadi yang ikut mendampingi  tuntutan warganya.

“Saya sebagai kepala desa ikut mendampingi karena mereka sering mengadu dan hasil aduan mereka beberapa kali sudah disampaikan ke pemerintahan di atas dan hingga hari ini mereka audiensi karena aduannya belum ada titik terang,” tegas Mashadi.

Rombongan  uadiensi warga Desa Gendang Timur ditemui oleh Kepala Bagian (Kabag) Hukum Hizbul Wathan dan jajaran Dinas Kebudaayan Pemuda Olah Raga dan Pariwista (Disbudporapar) Pemkab Sumenep.

Wathan menjelaskan bahwa pihaknya kini akan menampung seluruh tuntutan masyarakat dan akan dijadikan bahan evalausi untuk pengelolaan Asta Blingi. “Harapan warga itu akan kami catat untuk jadi bahan telaah lebih lanjut,” katanya.

Ia memastikan, pihaknya juga akan segera melakukan konfirmasi terhadap H Ahmadi yang dinilai telah lalai sebagai juru kunci dan tidak pernah melayani peziarah. “Nanti kita akan tanyakan langsung dulu,” ucap Wathan.

“Juru kunci itu sebenarnya menjadi bagian dinas pariwisata untuk melakukan pemantauan dan pembinaan lebih lanjut,” pungkasya. (ari)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network