Pondok Pesantren Annuqayah Tetapkan Hari Libur Santri selama Ramadhan 1444 H

Masjid Jamik Annuqayah (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura telah menetapkan hari libur santri di bulan Ramadhan 1444 H.

Pengumuman disampaikan melalui maklumat dengan Nomor: 112/P3A/VIII/1444 tentang Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.

Dalam maklumat itu disampaikan bahwa kegiatan akademik di seluruh satuan pendidikan Annuqayah, berakhir hari Sabtu, 18 Maret 2023 dan aktif kembali pada Selasa, 2 Mei 2023.

“Masa libur pesantren dimulai sejak hari Ahad, 26 Sya’ban 1444 H/19 Maret 2023 M sampai dengan hari Senin, 10 Syawal 1444 H/1 Mei 2023 M,” demikian bunyi maklumat diakses Santrinews.com melalui akun Instagram resmi @pesantren.annuqayah, Jumat, 17 Maret 2023.

Adapun jadwal pulang santri putra yakni pada Ahad, 19 Maret 2023. Sedangkan untuk santri putri pada Senin, 20 Maret 2023.

Untuk jadwal kedatangan khusus santri putri yaitu pada Senin, 1 Mei 2023 pukul 07.00-12.30 wib. Di tanggal yang sama juga, kedatangan santri putra dijadwalkan mulai pukul 12.30-17.00 wib.

Sesuai maklumat, prosedur kepulangan dan kedatangan santri Pondok Pesantren Annuqayah dilakukan secara terkoordinasi. Dimana secara teknis diatur oleh PPA bersama pengurus pesantren, dan dilaksanakan oleh panitia yang telah dibentuk oleh masing-masing pengurus pesantren daerah. Sebagaimana berikut ini:

1. Proses kepulangan santri dimulai pukul 07.00 wib sampai pukul 16.00 wib. Untuk santri luar Madura dimulai pukul 00.00 wib

2. Proses kepulangan kedatangan santri diatur secara berkelompok dalam bentuk rombongan berdasarkan daerah domisili

3. Pengadaan sarana transportasi santri dilakukan oleh panitia yang dibentuk oleh masing-masing Pesda, bekerjasama dengan Orda, IAA, atau perwakilan wali santri

4. Setiap kendaraan didampingi oleh pengurus Pesda dan perwakilan wali

5. Masing-masing pengurus Pesda menentukan titik-titik antar dan jemput

6. Santri yang berdomisili di Desa Guluk-Guluk dan/atau yang berdomisili dalam radius 2 km dari pesantren diperkenankan untuk dijemput dan diantar oleh walinya.

Perlu diperhatikan juga, seluruh santri dilarang pulang dan kembali ke pesantren menggunakan kendaraan umum. Untuk informasi lebih lengkap bisa kunjungi link ini. (qi/red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network