Hukum

PCNU Pamekasan Dukung Pemerintah Tutup Masjid Wahabisme Penyebar Fitnah

Warga Pemekasan luruk masjid yang diduga sarang gembong wahabisme (santrinews.com/istimewa)

Pemekasan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan mendukung pemerintahan untuk menutup Masjid Ustman bin Affan Desa Nyalabu Laok, Kecamatan Pamekasan, Madura Jawa Timur.

Dukungan itu berdasarkan hasil rapat pleno pada Jumat 27 Januari 2023 di Aula PCNU Pamekasan, menanggapi gerakan wahabisme yang merugikan dan menfitnah ulama NU.

Masjid Ustman bin Affan telah dijadikan tepat menyebarkan fitnah terhadap umat. Fitnah itu disebarkan oleh ustad Yazin Hasan pada saat khutbah.

Wakil Ketua PCNU Pamekasan Kiai Ihyauddin Yasin mengungkapkan, Yazir menuding pengurus NU telah menyembunyikan kebenaran tentang isi kitab Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari yang mengharamkan Maulid Nabi.

Berdasarkan hal tersebut, pengurus PCNU Pamekasan langsung mengadakan rapat pleno guna membahas pernyataan sikap atas tindak kelompok wahabisme itu, pada Jumat 27 Januari 2023.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Iya Udin Yasin wakil ketua pcnu Pamekasan akan membacakan terus rilis pcnu Pamekasan dalam rangka menyikapi wahabisme,” ucapnya mengawali pemcaan sikap.

Berikut 6 poin pernyataan sikap PCNU Pamekasan
1. Isi khotbah Yazir Hasan telah merugikan institusi NU para ulama dan pengurus NU di semua tingkatan
2. Yazir Hasan diduga telah memfitnah dan melakukan pembohongan dengan mengatakan bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU dan pendiri pondok pesantren Tebuireng Jombang melarang keras peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dalam kitabnya. Padahal isi kitab tersebut tidak ada pernyataan yang demikian.
3. Memfitnah NU dan ulama NU dengan menyatakan bahwa NU dan Ulama NU telah menyembunyikan kebenaran isi kitab tersebut
4. PCNU Pamekasan mendukung penutupan masjid Utsman bin Affan di Desa Nyalabu baik untuk kegiatan shalat Jumat dan kegiatan lain oleh pemerintah secara permanen.
5. Secara institusi rapat memutuskan bahwa akan melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari. Untuk Menindak lanjuti ke jalur hukum maka rapat PCNU Pamekasan menunjuk Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pamekasan sebagai pelapor
6. Semoga kasus ini menjadi kasus yang terakhir dan tidak terulang lagi demi menjaga kehormatan keharmonisan dan keagamaan di Kabupaten Pamekasan.

“Demikian rilis ini kami sampaikan untuk dapat menjadi maklum,” pungkas Kiai Ihyauddin Yasin. (ari)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network