Para Nyai Pesantren dan Ribuan Muslimah Madura Doakan Palestina

Gema sholawat dan doa bersama untuk Palestina di Arek Lancor Pamekasan (santrinews.com/istimewa)

PAMEKSAN, SantriNews Madura – Para Nyai pondok pesantren dan ribuan muslimah se-Madura menggelar gema sholawat dan doa bersama untuk keselamatan Palestina dari gempuran zionis Israel.

Diprakarsai Aliansi Muslimah Madura (Amura) bersama sejumlah organisasi perempuan, kegiatan itu berlangsung di Arek Lancor, Pamekasan, pada Ahad pagi, 10 Desember 2023.

Ketua Panitia Nyai Taqiyyah M. Samsul Arifin mengatakan, gema sholawat dan doa bersama digelar sebagai bentuk keprihatinan muslimah di Madura untuk Palestina. Sebab, sudah dua bulan lebih perang terjadi dan menewaskan belasan ribu warga Palestina.

Ironisnya, serangan brutal zionis Israel itu menyebabkan banyak warga sipil yang menjadi korban. Bahkan, perempuan dan anak-anak tidak luput dari serangan tersebut.

Nyai Taqiyyah mengaku kondisi di Palestina saat ini sangat memperihatinkan. Dengan demikian, para muslimah di Pamekasan dan Madura bersepakat untuk menggelar sholawat dan doa bersama.

Harapannya, pejuang Palestina mendapat pertolongan dan kemenenangan dari Allah SWT atas serangan brutal Israel.

Aksi tersebut juga sebagai bentuk dukungan kepada pemerintan Indonesia untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina.

“Kami doakan semoga warga Palestina selamat dari berbagai serangan tentara Israel. Kami juga mendoakan agar Palestina segera merdeka,” ujarnya.

Sekretaris panitia Sari Purwati menambahkan, selain sholawat dan doa bersama, panitia juga melakukan penggalangan dana untuk disalurkan membantu masyarakat Palestina.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. Ia yakin berapa pun jumlah donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Palestina.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta mensukseskan kegiatan kami. Insyaallah kami yakin kegiatan ini bermanfaat bagi warga Palestina,” tukasnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network