Kios hingga Oknum Kades Diduga Terlibat Skandal Mafia Pupuk di Sumenep

Tumpukan pupuk bersubsidi di Gudang Penyanggah Kalianget Sumenep (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Kios hingga oknum kepala desa (Kades) disinyalir ikut terlibat dalam skandal mafi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep. Pelaku utama inisial W juga diduga kuat sebagai sekretaris desa dan menjadi ketua PPS Pemilu 2024.

Dugaan keterlibat kios dan oknum perangkat desa diungkap oleh warga Kecamatan Bluto yang sering ikut mengamati soal penyaluran pupuk. “Di sini ada 4 kios, salah satunya itu memang mencurigakan,” katanya.

Kendati demikian, Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Kabupaten Sumenep Mu’izzi Jauhari mengaku tidak yakin ada keterlibatan kios sebagai penyokong sindikat madia pupuk. “Saya sendiri tidak yakin kios ikut terlibat karena sekarang penyalurannya sangat ketat sekali dibanding tahun sebelumnya. Misal ada yang akan menyalurkan, itu mesti berdasar KTP atau NIK kemudian nanti diverikasi oleh tim vervar kecamatan,” katanya kepada Santrinews saat diwawancara pada Sabtu 18 Maret 2023.

“Setelah dicek di e-RDKK (eletronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), baru diberikan. Kemudian seminggu kemudian korlun dan tim verval mengecek lagi ke bawah atau memastikan pupuk benar-benar diberikan kepada yang berhak menerima,” sambungnya.

Mu’izzi menegaskan, koordinator distributor kecamatan mesti memberi sanksi yang tegas kepada kios jika ikut terlibat dalam skandal mafia pupuk. “Koordiantor yang membawai mesti memberi sanksi,” tegasnya.

Ia pun berharap, kepolisian  menguak seluruh oknum yang telibat sindikat mafia pupuk tanpa pandang bulu. “Saya mewakil distributor yang lain berharap kasus ini diuangkap secara tuntas, siapa saja pelakunya, pupuknya didapat dari mana itu harus jelas, karena biar tidak selalu kios dan distributor yang jadi kambing hitam,” ujarnya.

Sementara Koordinator distributor pupuk Kecamatan Bluto H Parto mengaku belum bisa memberikan tindakan secara tegas terhadap kios yang dicurigai terlibat. Pasalnya belum ada keterangan pasti dari pihak Polres Sumenep yang pertama kali mengungkap kasus ini.

“Andai nomor kode pupuk itu diinformasikan kita bisa melacak, itu pupuk dari mana, kami juga akan bisa segera bertindak kalau itu bersangkutan dengan kami, tapi itu belum jelas, apakah dari kios atau dari luar Sumenep kita juga belum tahu,” sambung H Parto. (rus/ari/red)

Note: Sebagian narasumber identitasnya sengaja disembunyikan oleh Santrinews, hal ini demi menjaga keamanan narasumber.

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network