Ketua Distributor Sumenep Minta Polisi Bongkar Tuntas Skandal Mafia Pupuk

Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Kabupaten Sumenep Mu’izzi Jauhari (santrinews.com)

Sumenep -  Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Kabupaten Sumenep Mu’izzi Jauhari meminta pihak kepolisian mengusut secara tuntas mengenai skandal kasus mafia pupuk inisial W. Masih ada banyak informasi yang belum diterangkan oleh Polres Sumenep.

“Siapa saja pelakunya dan pupuknya itu dapat dari mana, biar tidak selalu distributor dan kios yang jadi kambing hitam. Ketika ada pupuk yang keluar itu selalu distributo yang dituduh masyarakat,” katanya kepada Santrinews pada Sabtu 18 Maret 2023.

Menurut Mu’izzi, penuntasan kasus skandal mafia pupuk akan membuka tabir permainan kelangkaan pupuk yang mengancam setiap tahun. Ini juga akan bisa menjadi efek jera bagi para mafia yang sering memainkan hak petani.

“Jadi kepolisian mesti bisa menuntaskan kasus ini, kemudian biar ada efek jera bagi pelaku, karena ini yang tercoreng bukan hanya distributor tapi juga pemerintah daerah yang sudah bersusah mengupayakan pemenuhan pupuk, tahun ini sudah ada tambahan tapi kini malah ada kasus penyelundupan,” terangnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak boleh bermain mata atau tidak total dalam menyelesaikan kasus karena intervensi dari luar. “Saya berharap kasus ini selesai dan tidak ada yang membekingi (melindungi mafia) sehingga masyarakat tani ini di tahun 2023 tidak kesulitan membeli pupuk ke kios seperti tahun sebelumnya,” tegas Mu’izzi.

Ia pun meyakini bahwa skandal mafia pupuk murni karena oknum di luar distributor dan kios. “Saya sendiri tidak yakin kios ikut terlibat karena sekarang penyalurannya sangat ketat sekali dibanding tahun sebelumnya. Misal ada yang akan menyalurkan, itu mesti berdasar KTP atau NIK kemudian nanti diverikasi oleh tim vervar kecamatan,” katanya kepada Santrinews saat diwawancara pada Sabtu 18 Maret 2023.

“Setelah dicek di e-RDKK (eletronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), baru diberikan. Kemudian seminggu kemudian korlun dan tim verval mengecek lagi ke bawah atau memastikan pupuk benar-benar diberikan kepada yang berhak menerima,” sambungnya.

Kata Mu’izzi, koordinator distributor kecamatan mesti memberi sanksi yang tegas kepada kios jika ikut terlibat dalam skandal mafia pupuk. “Koordiantor yang membawai mesti memberi sanksi,” pungkasnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network