Kapolres Sumenep: Gerakan Radikal ada di Semua Agama

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko saat memaparkan materi kebangsaan dan ancaman radikalisme (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko menerangkan bahwa gerakan radikalisme ada di semua golongan dan agama. Gerakan teror kaum radikal sering bermula dari gesekan sosial, semisal antar ras, suku dan perbedaan agama. 

Materi itu ia jelaskan saat mengisi acara Diskusi Kebangsaan bertema “Pemuda Sumenep merawat Pancasila, jangan biarakan radikalisme menggeroggoti keutuhan bangsa”, bertempat di Kafe Classic 2, Dusun Toros, Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Rabu 8 Maret 2023.

Kata AKBP Kentriko, paham radikal tidak mengenal jenis golongan dan orang yang terpapar selalu menggap bahwa selain golongannya adalah musuh yang wajib diperangi kemudian boleh dibunuh dengan cara apapun.

“Makanya ketika ada kerusuhan antar golongan yang menyangkut identitas golongannya (agama), mereka itu senang karena hal itu dianggap sebagai medan untuk jihad,” ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan radikalisme ada di semua agama. Hal itu terbukti pada beberapa kasus pengeboman yang terjadi di beberapa negara. Di Amerika kantor FBI dibom oleh teroris beragama Khatolik, di Islandia teror bom dilakukan oleh oknum beragama Protestan, sedangkan di India dilakukan oleh oknum agamawan Hindu dan Indonesia serta di negara-negara timur tengah dilakukan oleh agamawan islam.

Dari contoh kasus di atas, teror bom atas nama agama merupakan pemahaman sesat dan tentu tidak benar jika teroris hanya dilahirkan oleh orang-orang beragama islam.

“Mereka sebenarnya menganut soal akidah yang salah, jadi cara mencegahnya lewat nilai-nilai kebangsaan dan kolaborasi dengan semua tokoh agama untuk meluruskan pehaman agama yang benar,” pungkasnya saat diwawancara Santrinews.

Acara diskusi diisi oleh Koordinator Merah Putih Institute  Jawa Timur, Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, Dandim Sumenep Letkol Czi  Donny Pramudya Mahardi yang diwakili oleh Kaptem infantri M.Y Irawan, Danramil Batang-Batang dan Ketua Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar). (ari)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network