ADVERTORIAL

Dinsos Sumenep Beri Bantuan Korban Depo Pertamina Plumpang

Kadinsos P3A saat memberi bantuan (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara asal Gili Genting, Sumenep, Madura.

Berdasarkan data dari Dinsos P3A, untuk korban warga Sumenep akibat kebakaran Depo Pertamina di Jakarta terdapat 4 korban warga Sumenep.

Dengan rincian, Dayu Normawati (39) dan Hardito (20), keduanya ibu dan anak warga Desa Saroka Kecamatan Saronggi yang meninggal dunia dan Ya’kib (37) beserta istrinya Husnul Khotimah (28) dari Desa Gudugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan, pemberian santunan yang diserahkan dirinya kepada keluarga korban adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada setiap masyarakat yang mendapatkan musibah.

“Jangan dilihat besar kecilnya santunan ini, tapi kita harus melihat bentuk kepedulian Bapak Bupati Achmad Fauzi bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada setiap warganya,” kata Dzulkarnain.

Menurut dia, pemberian santunan kepada keluarga korban depo PT Pertamina Plumpang Jakarta Utara itu adalah bagian dari cara pemerintah Sumenep peduli pada setiap masyarakat yang mengalami musibah, baik di daerahnya sendiri maupun kejadian di luar Sumenep.

“Semua orang atau masyarakat Kabupaten Sumenep yang memang mengalami musibah, atau bencana akan tetap kita upayakan untuk mendapatkan dukungan dari Pemerintah Sumenep,” ucapnya.

Sementara, Jumali, paman dari Husnul Khotimah (korban plumpang) menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar besarnya kepada Bupati Sumenep dan Dinsos PA3 Sumenep atas kepeduliannya kepada keponakanya sejak awal kejadian kebakaran.

“Pemerintah Sumenep sesaat setelah kejadian langsung melakukan kroscek warganya, sehingga kemudian ponakan saya bersama suaminya langsung diketahui identitasnya. Dan hari ini saya mewakili korban menerima santunan,” ucapnya.

Ia menceritakan, kejadian kebakaran saat ini benar benar mendadak, dan membuat warga di sekitar menjadi panik dan ketakutan semuanya, hingga berhamburan menyelamatkan diri masing-masing.

“Ponakan saya (Husnul Khotimah) dan suaminya saat itu tengah berada di tokonya, yang jaraknya 150 meter dari tempat kebakaran. Semuanya sudah lari keluar, tapi karena api begitu cepat diiringi ledakan,” ungkapnya.

Hingga kemudian Husnul Khotimah bersama suaminya Ya’kub mendapatkan perawatan dari pihak PT Pertamina dikala itu juga, keduanya dirawat di rumah sakit milik PT Pertamina.

“Sejak dirawat, kondisi Husnul Khotimah terus menurun, dan kemarin hari Sabtu 18 Maret korban dinyatakan meninggal dunia, dan sudah dimakamkan. Dan ada biaya pemakaman dari pihak Pertamina sebesar Rp 10 juta. Untuk suaminya hingga saat ini masih dirawat, dan Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur membaik,” pungkasnya. (rus/red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network