Buron Polisi, Mafia Pupuk Subsidi Menghadap KPU Sumenep

Foto pertemuan KPU Sumenep dengan inisial W yang diunggah di Instagram KPU Sumenep (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Polres Sumenep tidak melalukan penangkapan terhadap buronan mafia pupuk inisial W. Tersangka utama ini merupakan ketua PPS Desa Aeng Bajah Kenek dan diduga kuat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) setempat.

Polres Sumenep telah menetapkan dua orang tersangka pelaku penyelundupan pupuk bersubsidi untuk dijual ke luar daerah Sumenep pada 15 Maret 2023. Kemudian inisial W ditetapakan pemiliki barang dengan status orang dalam pencarian (DPO).

DPO itu kalau tersangkut tindak pidana ya buronan polisi,” terang salah satu praktisi hukum di Sumenep Syafiuddin, kepada Santrinews, Ahad 26 Maret 2023.

Inisial W terlihat berkeliaran di Sumenep karena bisa hadir memenuhi panggilan KPU Sumenep untuk klarifikasi anggota PPS terlibat kasus mafia pupuk, pada Senin 27 Maret 2023.

Ketua KPU Sumenep Rahbini menjelaskan, pihaknya melakukan klarifikasi dan pemanggilan terhadap Inisial W sekitar pukul 10.00 wib untuk memastikan perihal penyelundupan  pupuk bersubsidi.

Rahbini merasa bingung ketika ditanyakan soal status W sebagai buronan. “Kok ada DPO itu malah keliling-keliling, terus menghadiri panggilan KPU,” katanya.

Berdasar keterangan Rahbini, W mengaku hanya sebagai saksi dalam skandal kasus mafia pupuk 18 ton di Sumenep. “Dia bilang statusnya masih saksi. Lagi pula sampai saat ini kan tidak ada putusan hukumnya, surat kepolisian dari Polres ke KPU mana, kan tidak ada,” tegasnya.

Inisial W diduga kuat merupakan sekretaris Desa Aeng Bajah Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Untuk memastikan kebenaran status inisial W sebagai perangkat desa, Santrinews mencoba menghubungi Kepala desa (Kades) Aeng Bajah Kenek melalui sambungan telpon untuk meminta waktu wawancara, baik secara online atau bertemu tatap muka. Dua kali Santrinews menelpon namun tidak mendapat respon baik.

Telpon pertama Kades Aeng Bajah Kenek berlangsung 1 menit 13 detik, pada 22 Maret 2023. Pada sambungan pertama ini Ia seperti tengah terdengar sibuk berbicara dengan orang lain dan mengabaikan pertanyaan Santrinews.

Telpon kedua pada 26 Maret 2023, berlangsung 2 menit 31 detik. Namun ia juga mengabaikan pembicaraan wartawan santrinews meskipun telpon diangkat. Bahkan ia tidak memberi jawaban sepatah katapun.

Santrinews juga berulang kali menghubingi Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti untuk memastikan perkembangan pencarian dan kebenaran inisial sebagai Sekdes atau bukan. Upaya ini baru dijawab pada Ahad 26 Maret 2023.

Namun AKP Widiarti tidak memberikan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan Santrinews. “Kalau sesuai keterangan dari supir pekerjaan pengusaha,” ujarnya.

Sementara mengenai tindakan Polres Sumenep terhadap pencarian inisial W sebagai buronan tidak jelas. Polres Sumenep tidak melakukan penangkapan. “Sudah dilakukan pemanggilan 2 kali belum menghadap,” kata AKP Widiarti. (rus/ari/red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network