Bentuk Syukur 1 Abad NU, Indonesia Aman Tanpa Perang

KH Ahmad Washil Hasyim (tengah), Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH Ahmad Washil Hasyim mengajak Nahdliyin untuk mensyukuri usia 1 Abad NU, termasuk juga Indonesia menjadi negara Islam yang aman dari peperangan.

KH Ahmad Washil Hasyim mencontohkan kasus perang saudara yang terjadi di negara Islam. Misalnya, di Yaman yang lumpuh akibat perang.

“Bayangkan saat bom meledak, fasilitas internet mati selama 10 hari demi keamanan. Bahkan listrik yang awalnya hidup 24 jam, ternyata saat perang hanya hidup 3 jam saja,” katanya.

Hal di atas disampaikan KH Ahmad Washil Hasyim saat memberi pengarahan pada acara Tasyakuran 1 Abad NU yang dihelat di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep, Selasa, 31 Januari 2023.

Lebih lanjut, Kiai Washil menerangkan kasus terkini di Pakistan, di mana bom yang diledakkan di pasar menewaskan 61 jiwa. “Berangkat dari sinilah, mari kita syukuri. Anak-anak bisa sekolah, masyarakat dapat beribadah sesuai keyakinannya,” tuturnya.

Menurut Kiai Washil, saat menggunakan akal budi, ternyata keamanan tercipta di Indonesia karena penduduknya mayoritas NU. Tak hanya itu, diceritakan, penduduk Spanyol di masa lalu mayoritas muslim, kini berubah menjadi minoritas.

“Padahal karya Ibnu Malik yakni Alfiyah muncul di kota negara tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini meluruskan sejarah, bahwa saat nabi wafat, tidak meninggalkan wasiat agar jabatannya diganti oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA dan menggunakan sistem khilafah yang didengungkan oleh sebagian kelompok.

“Di luar forum, munculah letupan-letupan bahwa Ali bin Abi Thalib lah yang berhak menggantikan nabi. Di sinilah awal mula perpecahan, sehingga muncul di beberapa negara Islam sebuah paham radikal. Siapa pun yang tak sependapat, darahnya halal,” ungkapnya.

Berdasarkan konflik perang yang mengglobal, sambung dia, NU mensosialisasikan fiqih peradaban dalam rangka memberikan tawaran solusi agar perang sesama muslim berakhir. Bahkan bisa mengurangi kadar seorang mengklaim sesama muslim.

“Pembunuh Ali bin Abi Thalib yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Muljam dilakukan mengatasnamakan agama. Padahal ia seorang huffadzh, alim dan ahli sujud,” paparnya. (red)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network