Aksi Tunggal FKMS Minta Pemerintah Tutup Semua Galian C Ilegal di Sumenep

Korlap Aksi FKMS Tolak Amir, pampang tulisan mogok makan (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Front keluarga mahasiswa sumenep (FKMS) melakukan aksi tunggal di depan Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Galian C dipandang semakin mulus merusak alam kota keris, Rabu 1 Maret 2023.

Korlap Aksi Tolak Amir mengatakan, Sumenep adalah daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), namun kondisinya kini dipandang memprihatikan lantatan sudah rusak di berbagai daerah. Kerusakan tersebut, kata Amir, diakibatkan oleh pertambangan galian C ilegal.

“Aktivitas  pertambangan galian C illegal di kabupaten sumenep dilakukan secara ugal-ugalan menyebabkan kerusakan lingkungan,” katanya saat aksi.

Berdasar alasan itu, Amir meminta pemerintah untuk segera menutup galian C ilegal yang ada di Sumenep. “Saya menyatakan akan melakukan mogok makan sampai pemerintah menutup permanen semua lokasi galian C yang jelas-jelas illegal dan merusak lingkungan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, galian C tanpa izin lingkungan berupa UKL/UPL jelas lenggar ketentuan pasal 158  Undang-Undang No 3 tahun 2020 tentang Minerba. Pelaku bisa terancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Miliar.

Sementara pasal 109 Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang PPLH memiliki ancaman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun dan denda paling mencapai Rp 1-3 Miliar.

“Pertambangan galian C illegal sangat berpotensi merusak lingkungan hidup karena  dilakukan secara unprosedural,” pungkasnya. (ari)

Terkait

AKHBAR Lainnya

SantriNews Network