Puisi

Bersimpuh

Senin, 27 April 2020 17:30 wib

...

Marhaban ya ramadhan
Marhaban ya syahro ramadhan
Marhaban ya syahros shiyam

Ya Allah
Dulu ramadhanmu ramai dimana-mana
Kini ramadhanmu sepi tidak bisa kemana-mana
Dulu ramadhanmu melumpuhkan jalanan
Kini ramadhanmu dibatasi aturan- aturan

Ya Allah
Suara beduk tidak lagi mengetuk sanubari kebahagiaan saat buka puasa ramadhanmu
Tarawih dan tadarus al-Quran tidak lagi mengudara di masjid-masjidmu sebagai simbol syiar-syiar agamamu
Patroli anak anak kampung sudah tidak terdengar membangunkan malam-malam sahur ramadhanmu
Ramadhanmu kini hambar, ramadhanmu kini hampa, ramadhanmu kini terasa kurang bermakna

Ya Allah
Hidup kami dalam tekanan-tekanan karena intaian-intaian coronamu
Iman dan keyakinan kami rapuh karena corona ciptaanmu
Jiwa raga kami lemah karena corona masuk tanpa permisi ke tubuh-tubuh para hambamu
Kemanusiaan kami tak bergeming melawan egoisme corona makhlukmu

Ya Allah
Izinkan kami bersimpuh meminta rahmat dibulan suci ramadhanmu
Izinkan kami bersimpuh memohonan ampunan dalam ramadhan muliamu
Izinkan kami bersimpuh memohon keteguhan iman dibulan alquran engkau turunkan kepada nabimu
Izinkan kami bersimpuh menjemput takdir kebaikan tanpa corona pada bumi dimalam lailatul qodarmu

Ya Allah
Engkaulah pemilik tunggal alam semesta ini
Engkaulah penguasa jagad raya ini dengan kun fayakunmu

Ya Allah
Ya Faarijal hammi ya kaasyiafal ghammi ya man li Ibadihi yaghfir wayarham
Ya daafial balaai ya Allah
Ya daafial balaai ya Rahman
Ya daafial balaai ya rohim
Hasbunallahu wanikmal wakil
Nikmal maula wanikman nashir
Wala haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim

Ya Allah
Yakinkan kami

Ya Allah
mantabkan hati kami sebagai makhluk terbaik ciptaanmu
hanya kepadamu kami bersimpuh memohon lenyapkan corona ini dengan malaikat-malaikatmu dari muka bumi ini. (*)

Padepokan isolasi Tanggulangin
Sidoarjo, 27 April 2020

Nur Khalis, Pujangga Milenial Madura.

artikel lainnya