Nasional

Madura Lebih Istimewa dari Yogyakarta

Sabtu, 15 Januari 2022 06:30 wib

...
Museum Kraton Sumenep

Surabaya – Budayawan nasional Eros Djarot mendukung para tokoh Madura untuk terus berjuang mewujudkan mewujudkan Provinsi Madura. Ia meyakini Presiden Joko Widodo akan menyambut baik.

“Madura itu (sebenarnya) lebih istimewa dari Yogyakarta,” kata Eros Djarot saat menghadiri pertemuan para tokoh Madura yang digelar Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura, di Coffe Shop Hotel Elmi Surabaya, Senin, 10 Januari 2022.

Baca juga: Bila Jadi Provinsi, Santri: Migas di Madura Jangan Sampai Dicolong Investor Asing

Pertemuan itu dihadiri sekitar 40 tokoh. Diantaranya Ketua Dewan Pembangunan Madura (DPM) Haji Achmad Zaini, Budayawan KH D Zawawi Imron, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep KH Fauzi Tidjani Djauhari, Rektor Unitomo Surabaya DR Siti Marwiyah, Rektor Unija Sumenep DR Syaifurrahman, Sekjen GPI Harun Al Rasyid, dan Ketua IKAMA Jatim H Bukhori Imron.

Hadir juga KH RPA Mujahid Anshori, KH Hanan Nawawi, KH Hafidullah, Rahman, AS Rizal, Produser Film Jokotole – Faisal Nawawi, Efri Jo – Produser dan tim.

Eros Djarot menjelaskan, Madura dan Yogyakarta memiliki sejarah dan sisi kesamaan. Namun, menurut dia, Madura memiliki keistimewaan lebih dibanding Yogyakarta.

“Punya sejarah kerajaan Madura dan punya bahasa yang berbeda dengan Jawa. Ini berbeda dengan Yogyakarta yang masih sama-sama berbahasa Jawa layaknya daerah lain di tanah Jawa,” paparnya.

Sebelumnya sejumlah tokoh Madura mengajukan yudicial review di Mahkamah Konstitusi guna mewujudkan Provinsi Madura. Namun, upaya dari sisi hukum itu kandas.

Baca juga: Orang Madura dan Apologi Budaya

Eros menyarankan agar menempuh langkah lain yang berbeda. Diantaranya dengan berjuang dan menuntut hak keistimewaan Madura kepada Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara, bukan sebagai kepala pemerintahan.

“InsyaAllah Pak Jokowi akan sangat memperhatikan hak tersebut. Yang sulit-sulit saja seperti rencana ibukota Negara Baru dipikirkan beliau, apalagi menjadikan Madura sebagai provinsi dengan segala keistimewaan yang dimilikinya,” lanjut Eros Djarot.

Haji Achmad Zaini sebagai motor dari perjuangan mewujudkan Provinsi Madura merasa tercerahkan dengan lontaran pemikiran Eros Djarot dan sejumlah tokoh.

“Saya sangat berterima kasih atas pencerahan yang diberikan Mas Eros Djarot, saya semakin semangat karena semakin banyak yang membantu perjuangan ini,” tegas Haji Zaini. (red)