Nasional

Taati PPKM Darurat, Umat Butuh Peran Kiai dan Habaib

Senin, 19 Juli 2021 06:30 wib

...
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Ali Masyhuri atau Gus Ali saat jalani suktik vaksin (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto meminta para kiai, habaib, dan ulama mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menurut Airlangga, kebijakan PPKM di beberapa daerah tersebut merupakan salah satu ikhtiar pemerintah dalam menekan lonjakan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Airlangga juga meminta mereka untuk membantu meyakinkan umat terkait manfaat vaksinasi, mengingat vaksin adalah salah satu cara paling efektif mencegah risiko paparan Covid-19.

“Satu-satunya cara mencegah Covid adalah vaksinasi, meskipun tidak menjamin tidak tertular tapi kalau sudah jalani vaksinasi bisa sembuh dan risikonya tidak terlalu berbahaya,” kata Airlangga.

Permohonan Airlangga itu disampaikan saat menghadiri acara Istighosah dan Shalawat Nariyah Jelang Wukuf yang diselenggarakan secara daring, Ahad, 18 Juli 2021. Istighosah digelar Majelis Ahlul Hidayah (Majelis AH) pimpinan KH Nusron Wahid.

Airlangga menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendirian menghadapi Covid-19. Selain gotong royong antarmasyarakat, kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 juga harus terus dikampanyekan.

“Pemerintah meminta agar PPKM ini terus didorong oleh para kiai, habib, ulama, dan kuncinya tentu kedisiplinan masyarakat menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan. Ini prokes kesehatan menekan mobilitas masyarakat di luar rumah,” kata Airlangga.

Di sisi lain, kebijakan PPKM juga untuk menahan ketersediaan rumah sakit agar ada kesiapan untuk menampung mereka yang terpapar Covid-19.

“Karena itu, proses konsolidasi ini memerlukan peredaman dari mobilitas atau pergerakan di masyarakat. Kita tahu dari berbagai data, memang klaster terbanyak ada di keluarga, oleh karena itu, harus dijaga di keluarga juga, sehingga tentunya kita melihat di Jawa ini menjadi salah satu pusat penyebaran Covid,” ungkapnya.

Airlangga juga meminta agar para kiai, habib, dan ulama mendoakan agar pandemi Covid-19 di dunia, khususnya Indonesia segera berakhir.

Tidak hanya itu, Airlangga meminta para kiai turut mendorong agar menyampaikan ketentuan dan aturan pemerintah pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah ini. Salah satunya mendorong agar warga yang berada di zona merah tidak melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah.

“Kami mohon para kiai, habaib, ulama mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan ibadah di rumah ibadah dan penyelenggaran kegiatan keagamaan,” ujarnya.

“Zona merah yang mana tingkat penyebaran Covid tinggi, penyelenggaraan shalat Idul Adha di masjid, musala, lapangan ditiadakan, dan kita hanya dapat sahlat Idul Adha bersama keluarga di rumah masing-masing sesuai Surat Edaran Menteri Agama,” sambungnya.

Kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan pelandaian. Sampai dengan Ahad, jumlah kasus positif mencapai 2.877.476 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.261.658 dinyatakan sembuh, dan 73.582 meninggal dunia.

Untuk menekan laju penyebaran Covid-19, pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali serta sejumlah daerah lainnya. Kebijakan PPKM ini akan berlangsung hingga 20 Juli 2021. (shir/red)