Akhbar

Hari Kesehatan 2019: Sumenep Tercepat Tangani Stunting di Indonesia

Kamis, 28 November 2019 15:30 wib

...
Bupati Sumenep KH A Busyro Karim saat sambutan di acara Malam Ramah Tamah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, di Pendopo Keraton, Rabu malam, 27 Nopember 2019 (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir berhasil menurunkan angka penderita stunting tertinggi dan tercepat di Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, angka stunting menurun sebesar 18,16 persen selama lima tahun.

“Progres penurunan stunting sangat signifikan, dari 52,5 persen pada 2013 menjadi 34,3 persen di tahun 2018,” kata Bupati Sumenep KH A Busyro Karim saat sambutana di acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Provinsi Jawa Timur, di Pantai Lombang, Sumenep, Kamis, 28 Nopember 2019.

Baca juga: Grand Launching Hari Santri, Wabup Sumenep Paparkan Kontribusi Santri

Capaian itu menjadi salah satu alasan Sumenep dipilih menjadi tuan rumah puncak HKN tingkat Jawa Timur. Kementerian Kesehatan RI juga meminta Pemkab Sumenep untuk memaparkan langkah penanganan dan pencegahan stunting.

“Dengan pilihan Kabupaten Sumenep sebagai tuan rumah HKN ini memberikan suntikan moral bagi Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder kesehatan untuk lebih optimal dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Menurut Kiai Busyro, keberhasilan menurunkan angka stunting bukan hanya sekedar inovasi program penanganan dan pencegahannya, melainkan juga didukung adanya big data tentang balita penderita stunting.

Big data itu, kata dia, sangat membantu dalam menentukan daerah mana saja yang perlu mendapat penanganan prioritas.

“Data sangat penting untuk mengefektifkan dan menyukseskan pelaksanaan program,” tegasnya.

Baca juga: Minimalisir Maksiat, Bupati Minta Santri Kelola Program Visit Sumenep

Agenda puncak peringatan HKN 2019 di Pantai Lombang diantarnaya pameran kesehatan, jalan sehat, parade egrang, gerakan bersih pantai, penampilan seni saronen dan tari tradisional.

Di acara yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso itu, KH Busyro bersama Sekretaris Daerah Edy Rasiyadi dan Forkopimda menandatangani komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat hidup sehat.

Kiai Busyro juga menyerahkan bantuan 10 unit mobil Ambulan kepada sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Puncak HKN 2019 dengan tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul” itu diawali dengan ramah tamah di Pendopo Keraton, pada Rabu malam, 27 Nopember 2019.

Sementara itu, Kohar mengatakan, penanganan masalah kesehatan sangat penting guna menciptakan generasi sehat yang unggul.

Karena itu, kata dia, Dinas Kesehatan Jawa Timur bertekad melakukan pengentasan permasalahan kesehatan, seperti pemenuhan gizi, lingkungan, hingga pencegahan penyakit menular.

Guna mewujudkan itu, ia berharap dukungan masyarakat. “Perlu peran dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal kebijakan kesehatan agar mampu menggerakkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan,” ujarnya. (rus/onk)