Akhbar

Wujudkan Pemerintahan Bersih, Pemkab Pamekasan Gandeng Kejaksaan

Kamis, 24 Maret 2022 22:30 wib

...
Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Muhlis disaksikan Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam saat menandatangani naskah kerjasama Pemkab Pamekasan dan Kejari (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. Diantaranya dengan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.

Kerja sama dibuktikan dengan penandatanganan bersama antara Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Kepala Kejari Pamekasan Muhlis, serta pimpinan tujuh organisasi perangkat daerah (OPD), di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis siang, 24 Maret 2022.

Tujuh OPD itu meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pamekasan.

“Pemkab Pamekasan menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Kejari dan seluruh jajaran. Karena selama 2021 kita mendapatkan pendampingan seluruh program prioritas. Tahun 2022, kita juga memohon untuk memberikan pendampingan kepada Pemkab Pamekasan terhadap program-program,” kata Bupati Baddrut.

Ia mengatakan, pihaknya berencana untuk mengadakan forum bersama antara Pemkab dengan Kejari membahas persoalan yang kemungkinan dapat diselesaikan secara bersama-sama, dengan semangat pemerintahan bersih, serta pendampingan program di lingkungan Pemkab Pamekasan.

“Alhamdulillah kita gelombangnya sama, pemikirannya sama, keinginannya sama, pemerintahan bersih sesuai dengan aturan,” tandasnya.

Ia meminta pendampingan atas segela program yang telah dirancang untuk menguatkan komitmen bersama tentang pemerintahan bersih. Termasuk nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) di daeahnya mengalami kenaikan.

“Waktu saya bupati awal, SAKIP dapat nilai C, naik B, kemudian naik BB, target pak sekda bersama OPD yang lain tahun 2022 ini sudah harus A,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Pamekasan Muhlis menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pendampingan hukum dalam rangka pengadaan barang dan jasa tahun 2022.

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan Kejari kepada Pemkab Pamekasan untuk melaksanakan pembangunan dengan baik dan benar.

“Kita berharap, tidak ada kendala dan hambatan yang berarti untuk melaksanakan kegiatan. Kita berusaha memberikan keyakinan kepada OPD untuk melaksanakan kegiatan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, pada 2021 ada 15 OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan yang meminta pendampingan atas realisasi program yang ada di OPD tersebut. Hasilnya, berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak ada masalah hukum dalam pelaksanaan program yang telah dijalankan.

“Mudah-mudahan tahun ini pun seperti itu. Kita berharap tidak ada kendala dan hambatan yang berarti untuk melaksanakan kegiatan,” pungkasnya. (ari/red)