Akhbar

Tahun 2022, Pemkab Pamekasan Kembali Siapkan Beasiswa Kedokteran

Kamis, 10 Maret 2022 09:30 wib

...
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (dua dari kiri) menjelaskan program beasiswa (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali menggelontorkan beasiswa kedokteran pada tahun 2022 bagi anak-anak tidak mampu. Program ini hasil kerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pemkab Pamekasan melakukan sosialisasi tentang beasiswa kedokteran kepada siswa dan lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah atas (SMA). Sosialisasi dilaksanakan secara virtual bertempat di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Rabu, 9 Maret 2022.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan langsung sosialisasi tersebut kepada para siswa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Pamekasan Slamet Gustiantoko, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Abrori.

Turut mendampingi juga Kepala Bagian Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Taufikurrahman, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Syahrul Munir, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Mawardi, dan bidang kemahasiswaan Unair Surabaya.

“Kita memberikan beasiswa kepada anak-anak kita agar bisa mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran Unair. Kenapa di kedokteran? Karena kita ingin menyelaraskan dengan RPJMD kita tentang prioritas pendidikan dan kesehatan,” kata Bupti Baddrut.

Menurut dia, Pemkab Pamekasan akan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di masa yang akan datang seiring banyaknya kebutuhan dokter di rumah sakit.

Program beasiswa Pemkab Pamekasan tersebut untuk memberikan fasilitasi kepada orang tidak mampu bisa melanjutkan pendidikannya di fakultas kedokteran.

Ra Baddrut –sapaan Bupati, mengatakan, Pemkab Pamekasan telah bekerja sama dengan Unair Surabaya agar anak tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan kedokteran di perguruan tinggi ternama di Indonesia tersebut.

Bahkan, pada 2021 Pemkab Pamekasan telah membiayai lima anak tidak mampu kuliah kedokteran di kampus itu.

“Fasilitasi dan beasiswa ini harapan saya seluruh anak-anak kita di MA, SMA atau yang sederajat yang ingin jadi dokter bisa ikut seleksi semua biar kompetisinya semakin ketat,” tandasnya.

Ra Baddrut menegaskan, ketentuan lulus dalam beasiswa itu sesuai dengan standart Unair Surabaya, bukan Pemkab Pamekasan. Artinya, tidak akan ada kongkalikong antara pemkab dengan penerima beasiswa.

“Pemkab hanya menyediakan anggaran bagi yang lulus, mulai SPP sampai living cost-nya. Sosialisasi ini penting agar semuanya tahu, kapan pendaftarannya, dan hal teknik lainnya,” tandasnya.

Ia berharap banyak anak Pamekasan yang lulus dalam seleksi kedokteran tersebut agar SDM di bidang kesehatan mumpuni, tentunya dengan kepribadian baik, dan memiliki sosial kemanusiaan yang tinggi dalam berbangsa dan bernegara.

“Generasi hebat masa depan itu bukan generasi yang leyeh-leyah saja, tetapi generasi yang menerpa dirinya dalam pembelajaran yang baik, produktif, positif, serta memiliki kreatifitas, cepat dan inovatif,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Zaini mengungkapkan, pemberian beasiswa mandiri kemitraan itu hasil kerja sama antara Pemkab dengan Unair Surabaya mulai tahun 2021.

Pada tahun 2021, ada empat orang yang menerima beasiswa tersebut dari sepuluh kouta yang telah disediakan pemerintah daerah.

“Tahun ini yang pasti empat (kouta biaya). Jadi, kami tahun ini menyediakan anggaran untuk empat orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, biaya masuk yang harus dibayar calon mahasiswa untuk fakultas kedokteran Unair sebesar Rp315 juta, ditambah Rp15 juta setiap semester ketika telah menjadi mahasiswa.

Seluruh biaya tersebut akan ditanggung oleh Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam, termasuk biaya hidup mereka.

Ia menegaskan, progran beasiswa kedokteran ini terbuka untuk semua lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Kelulusan calon penerima beasiswa itu sesuai standart ketentuan Unair.

“Tahun ini sudah dua tahun berjalan (program beasiswa kedokteran). Tahun 2021 koutanya 10 yang lulus 4, tahun 2022 koutanya 4 belum tentu lulus semua,” ujarnya.

Beasiswa kedokteran itu merupakan program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di bidang pendidikan dari lima progran prioritas selama kepemimpinannya. Selain itu, ada beasiswa santri di bidang pendidikan yang telah berjalan mulai 2020.

Empat program priotas lainnya adalah infrastruktur, ekonomi, kesehatan, dan reformasi birokrasi. Dari lima program prioritas itu seluruhnya telah berjalan sesuai target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). (rus/red)