Akhbar

Bantu Warga Sumenep, Bank Jatim Luncurkan SIAP QRIS di Pasar Bangkal

Selasa, 29 Maret 2022 20:30 wib

...
Bank Indonesia dan Bank Jatim luncurkan SIAP QRIS di Pasar Bangkal (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Bank Indonesia (BI) bersama Direksi Bank Jatim meluncurkan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Aplikasi pembayaran non tunai berbasis digital ini bisa digunakan untuk transaksi perdagangan barangan jasa.

Peluncuran Sehat, Inovatif, Aman Pakai (SIAP) QRIS di Pasar Bangkal yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur itu berlangsung di Pasar Bangkal, Kota Sumenep, Selasa, 29 Maret 2022.

Peluncuran dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Budi Hanoto, pimpinan Bank Jatim Sumenep Gunawan Budi Prasetyo, Direktur TI dan Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo.

Pasar Bangkal dipilih sebagai salah satu pasar tradisional di Kabupaten Sumenep.

Tonny Prasetyo mengatakan, di Pasar Bangkal terdapat 249 pedagang atau PKL yang sudah membuka rekening Bank Jatim, bahkan mereka menggunakan digitalisasi QRIS.

”Dari 249 pedagang itu di antaranya sebanyak 169 pedagang sudah menggunakan QRIS. Yang jelas, kami mendukung sepenuhnya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam digitalisasi keuangan, salah satunya dengan SIAP QRIS,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Budi Hanoto mengatakan, digitalisasi pasar rakyat SIAP QRIS adalah mendigitalkan seluruh transaksi keuangan kepada para pedagang dan penjual.

”Melalui digitalisasi SIAP QRIS ini menciptakan ekosistem digitalisasi pembayaran, karena masyarakat tidak perlu membawa uang cash sehingga lebih efisien dalam bertransaksi,” ujarnya.

Budi Hanoto mengungkapkan, bahwa Sumenep masuk dalam indeks implementasi akselerasi digitalisasi kanal pembayaran non tunai.

“Ke depan program ini harus terus digalakkan, salah satunya dengan QRIS ini. Pencapaian QRIS di Sumenep diakhir tahun 2021 sudah mencapai 1930 nercen QRIS. Kita terus mendorong disegi penggunaannya,” kata Budi.

Ia menegaskan, layanan tersebut perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk beralih ke digital tentang QRIS.

Menurutnya, program pasar rakyat QRIS merupakan kolaborasi Kementerian Perdagangan dan BI. QRIS ini bermanfaat untuk masyarakat di masa depan, salah satu bentuk wujudnya yaitu mengembangkan ekosistem pembayaran berbasis digital.

Ia mengatakan, di Jawa Timur adanya pasar rakyat berbasis digitalisasi merupakan upaya optimalisasi antara BI dan Bank Jatim.

“Di Sumenep baru Pasar Bangkal kedua. Pertama pasar Anom Baru akhir tahun 2021 lalu,” ujarnya.

Ia berharap adanya QRIS bisa mendongkrak keuangan digital di Sumenep secara positif.

“Mudah-mudahan dorongan ini sebagai pendukung untuk digitalisasi di pasar-pasar lainnya. Untuk fasilitas akan kami lengkapi. Kami ingin lebih total menghidupkan ekonomi digital di Sumenep,” tandasnya.

Baca juga: 55 Bank Umum dan 13 Bank Syariah Beri Keringanan Cicilan Kredit

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, pelaksanaan QRIS di pasar tradisional seperti Pasar Anom dan Bangkal, bisa memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para pedagang dan pelanggan yang melakukan transaksi di pasar setempat.

“Implementasi program digitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu upaya mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah di segala aspek termasuk UMKM serta masyarakat,” kata Bupati Fauzi.

Menurutnya, penggunaan aplikasi QRIS sebagai sarana pembayaran non tunai memiliki banyak manfaat, terutama bagi pedagang antara lain aktivitas usahanya tercatat dengan baik dan bisa menjadi data serta informasi pendukung bagi perbankan dalam pemberian kredit modal kerja.

Untuk itulah, diharapkan implementasi QRIS dilakukan pengembangan baik di pasar tradisional di tingkat kecamatan maupun di pasar modern di Kabupaten Sumenep, karena penting untuk mendukung program pembayaran non tunai yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

“Kami berharap aplikasi QRIS bisa digunakan di pasar-pasar tradisional di kecamatan lainnya, bahkan hingga di tingkat desa dalam rangka memudahkan transaksi perdagangan dan jasa di masyarakat,” pungkasnya. (rus/red)