Akhbar

Tertinggi di Madura, Pemkab Pamekasan Raih APE Madya dan KLA Pratama

Kamis, 30 September 2021 22:30 wib

...
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan piagam penghargaan (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan meraih dua penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI pada 2021 ini. Pertama, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 kategori Madya. Kedua, Kabupaten Layak Anak (KLA) Peringkat Pratama.

Penghargaan KLA tersebut diterima Pemkab Pamekasan secara daring di Peringgitan Dalam Pendapa Ronggosukowati pada 30 Juli 2021 lalu.

Sementara pengambilan penghargaan APE 2020 diwakili oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana pada 6 September 2021 di Jakarta.

Ada beberapa alasan APE 2020 layak diterima Pemkab Pamekasan. Salah satunya, Pamekasan sudah terbukti berkomitmen dalam melakukan kesetaraan gender.

”APE merupakan penghargaan kepada lembaga atau pemerintahan yang telah mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui pengarusutamaan gender (PUG),” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kamis, 30 September 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan Yudhistina mengatakan, APE digagas oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak 2004.

APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi terkait pengarusutamaan gender. Penilaiannya dilakukan oleh tim independen dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

“Dengan harapan penganggaran semua organisasi perangkat daerah (OPD) sampai kepada pemerintah desa responsif gender,” tegasnya.

Sejak 2016 sampai 2018, Pemkab Pamekasan tidak pernah mendapat APE. Namun, pada 2020 mampu meraih hasil sempurna. “Penilaiannya dilaksanakan bulan Maret 2021 dengan predikat Madya,” tuturnya.

Dibandingkan dengan Kabupaten Sampang dan Bangkalan yang mendapat predikat pratama, penghargaan yang diraih Pemkab Pamekasan tertinggi di Madura.

Sementara penghargaan KLA menambah deretan prestasi yang diterima Pemkab Pamekasan. Sebab, pada 2019 Pemkab Pamekasan juga menerima penghargaan yang sama.

Bupati Baddrut mengatakan, penghargaan KLA Pratama tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Pamekasan benar-benar memiliki kepedulian terhadap persoalan anak. Mulai perlindungan dan pendampingan anak yang berurusan dengan hukum, pendidikan anak, dan fasilitas umum yang layak serta ramah bagi anak.

”Penghargaan KLA 2021 ini menunjukkan fasilitas umum yang dibangun Pemkab Pamekasan sudah memenuhi standar yang ramah anak,” tandas mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini.

Ra Baddrut – sapaan akrab Baddrut Tamam berharap, pada 2022 tahun depan Pemkab Pamekasan bisa naik peringkat dari KLA tingkat Pratama ke KLA tingkat Madya.

Menurutnya, Pemkab Pamekasan berhasil meraih penghargaan demi penghargaan berkat kerja sama semua pihak. “Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat,” pungkasnya. (red)