Akhbar

Cetak Wirausaha Baru, Bupati Pamekasan: Kita Sedang Lakukan Perubahan Besar

Rabu, 08 September 2021 18:00 wib

...
Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam

Pamekasan – Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam mengingatkan bahwa era 4.0 atau era revolusi industri menuntut seseorang untuk kreatif, inovatif, bekerja keras serta tidak mudah menyerah dalam mengejar impian yang diinginkan, termasuk dalam dunia usaha.

Menurut Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut itu, revolusi industri bisa menjadi tantangan sekaligus peluang besar menjadi pengusaha baru.

“Revolusi industri memungkinkan kita untuk menjadi pengusaha baru, hari ini kita menghadapi era distrupsi dari berbagai elemen, orang biasa menjadi pengusaha besar, dan pengusaha besar tiba-tiba menjadi pengusaha kecil,” kata Ra Baddrut di Pamekasan, Rabu, 8 September 2021.

Pemkab Pamekasan saat ini menfasilitasi para para pemuda dengan Program Wirausaha Baru (WUB), yakni berupa pelatihan secara gratis, alat gratis, bantuan modal dengan modal nol persen, serta fasilitasi pemasarannya untuk produk yang dihasilkan, baik pemasaran online maupun offline. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di era seperti sekarang.

Ra Baddrut meminta semua elemen masyarakat untuk terus berjuang menjadi orang hebat, serta tetap optimis dalam menjalani hidup.

Sebab, menurut dia, untuk menjadi orang besar memerlukan keteguhan hati, tidak mudah layu apabila mendapat tekanan dan ancaman. Karena dalam merubah sesuatu yang kecil harus melewati tantangan yang besar.

“Betapapun ancaman, hinaan harus dijalani oleh kita semua yang sedang menjalani perubahan-perubahan besar,” tandasnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini menceritakan, presiden pertama Indonesia merebut negeri ini dari tangan penjajah dengan kerja keras. Bahkan, walaupun yang bersangkutan telah bekerja keras, menahan gempuran dari penjajah masih ada yang menganggap remeh atas perjuangan yang dilakukan tersebut.

“Bung Karno, founding father kita, dulu sejak merebut Indonesia dari penjajah bukan tidak dihina, bukan tidak diamputasi dari segala hal, dipenjara dan lain-lain. Namun setelah Indonesia merdeka baru bangsa Indonesia mengakui kalau Bung Karno adalah proklamator,” tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa seseorang yang ingin melakukan perubahan harus kuat menerima ancaman, hinaan dan akhlak tidak terpuji lainnya, termasuk seorang pemimpin, karena yang dilakukan itu demi kemaslahatan rakyatnya.

Pemkab Pamekasan saat ini tengah melakukan perubahan besar agar Kabupaten yang ia pimpin mampu bersaing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia. Caranya dengan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif menuju kebiasaan baru yang lebih produktif.

“Kita dalam melakukan perubahan juga begitu, dihina, diancam dan banyak hal yang membuat hati kita kurang nyaman. Tantangan itulah yang membuat kita menjadi generasi luar biasa, tidak ada pelaut handal tanpa pernah melewati ombak besar, kalau tidak mau tantangan jangan jadi pejuang,” pungkasnya. (ari/red)