Akhbar

Peringati Maulid, Haji Zainal Arifin: Tangkal Radikalisme dengan Tradisi dan Cinta Nabi

Senin, 18 November 2019 20:00 wib

...
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Haji Zainal Arifin (kanan) saat sambutan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, Tambaagung Tengah, Ambunten, Senin, 18 November 2019 (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Haji Zainal Arifin mengingatkan pentingnya cinta kepada Nabi Muhammad SAW, agar menjadi umat yang penuh kasih dan berakhlak baik.

“Karena Kanjeng Nabi Muhammad SAW, kita bisa berkumpul di sini, kita bisa mengenal mana yang baik, mana yang batil,” kata dia di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, Tambaagung Tengah, Ambunten, Senin, 18 November 2019.

“Karena syafaat beliaulah, kita semua, in syaa Allah diangkat ke surga,” ambungnya.

Baca juga: Jokowi dan Habib Luthfi Peringati Maulid Nabi Bersama 100 Ribu Banser

Haji ZA -panggilan akrabnya, menambahkan, dengan rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW, setiap orang akan menjadi penuh kasih, akhlaknya baik, dan menebar kebaikan.

Menurut dia, cinta kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya di bibir, melainkan ditunjukkan dengan meneladani semua sikap Nabi.

“Kita akan berusaha mengikuti jejak beliau dalam berdakwah. Beliau adalah sosok yang jujur, amanah, penuh kasih. Tidak suka mencaci maki,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dihadiri sekitar 2000 orang itu akan berlangsung selama tiga tahap. Tahap pertama, pada Senin, pukul 19.00- selesai.

Tahap kedua, hari Selasa, 06.30-08.00, dan tahap ketiga, hari Selasa 09.30-selesai.

Haji ZA mengingatkan, peringatan Maulid Nabi yang sudah jadi tradisi masyarakat Indonesia adalah cara ampuh menangkal bahaya radikalisme.

Baca juga: Pesantren Benteng Utama Tangkal Radikalisme

Menurutnya, radikalisme selain karena doktrin agama yang disalahgunakan, juga disebabkan kurangnya cinta pada Nabi dan masyarakatnya.

“Saya yakin, mereka yang suka mencaci maki orang lain; yang tega membunuh saudaranya, tidak punya rasa cinta pada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Karena kalau mereka punya cinta pada Nabi, punya cinta pada masyarakatnya, saya yakin mereka tidak akan melakukan hal-hal yang bisa meresahkan orang lain,” pungkasnya. (set/hay)