Akhbar

Pemkab Pamekasan Rancang Program Hafal dan Tulis Al-Quran Tanpa APBD

Sabtu, 01 Mei 2021 21:30 wib

...

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kini sedang merancang program menghafal dan menulis Al-Quran untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program tanpa dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini rencana diluncurkan secara resmi pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasinal (Hardiknas) 2021. Program pertama di Indonesia.

“Pemkab tahun ini mengadakan gerakan menghafal dan menulis Al-Quran. Bedanya kalau gerakan tidak ada batasnya, kalau lomba ada batasannya,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam diskusi terbatas dengan sejumlah praktisi pendidikan di Pamekasan, Sabtu, 1 Mei 2021.

Ia menegaskan, program ini dimaksudkan untuk menciptakan generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Quran, melainkan peserta didik juga bisa menulis ayat-ayat Al-Quran dengan tepat, sesuai ejaan yang baik dan benar.

“Sebab, belum tentu orang bisa membaca Al-Quran itu juga bisa menulis, termasuk belum tentu juga bisa menulis apa yang dia hafal. Kita ingin kemampuan membaca, mengahafal dan menulis itu padu di anak didik kita ini,” tegasnya.

Program ini, lanjut Baddrut, merupakan langkah strategis untuk membumikan Al-Quran di Kabupaten Pamekasan, mengingat Pamekasan sejak dulu telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten yang berkomitmen pada pengembangan nilai-nilai keislaman melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

Program ini merupakan wujud implementasi dari komitmen Gerbang Salam dalam bentuk yang lebih nyata atau implementatif.

“Kami berharap program ini sukses dan siswa atau anak didik kita bisa menjadikan Al-Quran sebagai gaya hidup, bukan hanya menghafal, tetapi bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Salah satu cara mensukseskan program ini sekolah memberikan tugas kepada peserta didik untuk menghafal Al-Quran, minimal juz 30 yang disetor secara berkala kepada guru berikut tulisan surat yang dihafal tersebut.

Jika ratusan lembaga pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP di Pamekasan sukses melaksanakan program tersebut, maka generasi muda Pamekasan yang hafal dan bisa menulis ayat-ayat Al Quran yang dihafalnya dengan baik dan benar, akan lebih banyak, dan pada akhirnya diharapkan menjadi nilai dan kepribadian yang membumi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Baddrut, menghafal Al-Quran dan membentuk pribadi muslim yang Qur’ani harus menjadi satu kesatuan, terintegratif, sehingga kitab suci yang menjadi pegangan dan panduan hidup bagi umat Islam itu benar-benar bertuah dan menyejukkan.

“Jika begitu, dalam artian yang bisa baca Al-Quran dan hafal Al-Quran bisa mengimplementasikan kandungan nilai Al-Quran itu dalam kehidupan nyata, maka saya yakin, Pamekasan dan Indonesia secara umum akan menjadi daerah aman dan tentram,” tandasnya.

Di Pamekasan, program menghafal, menulis Al-Quran itu, telah diberlakukan pada Ramadlan ini, yakni pada pelaksanaan pondok Ramadlan yang digelar di tingkat SD dan SMP di 13 kecamatan di Pamekasan.

“Setelah Ramadlan ini program ini harus berlanjut, dan kita ingin siswa yang beragama Islam begitu lulus SMP minimal hafal Al-Quran juz 30. Tidak hanya hafal, tetapi juga bisa menulis dengan baik dan benar ayat-ayat Al Quran yang dihafalnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pamekasan Akhmad Zaini menyambut baik gagasan bupati muda itu.

Zaini bahkan telah mengkoordinasikan ihwal program itu dengan para kepala sekolah melalui kepala cabang dinas yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

“Praktiknya sebenarnya telah berjalan pada pelaksanaan pondok Ramadhan kali ini, tinggal memperbaiki dan mematangkan saja, sehingga hasilnya bisa lebih baik lagi,” kata Zaini. (ari/onk)