Akhbar

Safari Pergerakan, Kopri PMII-DPRD Sumenep Siap Sinergi Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak

Rabu, 16 Juni 2021 19:30 wib

...

Sumenep – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep melaksanakan safari pergerakan ke kantor DPRD Sumenep, Rabu, 16 Juni 2021. Selain bersilaturahim, kedatangan mereka dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru hasil konferensi cabang XVII.

Kedatangan mereka tersebut disambut dan ditemui Ketua DPRD Sumenep KH Abdul Hamid Ali Munir serta Sekretaris Dewan dan Kabag Humas DPRD.

Baca juga: Qudsiyanto Terpilih Sebagai Ketua Umum PC PMII Sumenep 2021-2022

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PC PMII Sumenep Qudsiyanto menyampaikan bahwa kedatangan dirinya bersama pengurus lainnya dalam rangka silaturahim sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru. Sebab, PC PMII baru menyelesaikan pergantian kepengurusan.

“Kita kemarin sudah melaksanakan agenda safari pergerakan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Dan sekarang dengan DPRD Sumenep. Untuk silaturahim, sebab ini kepengurusan yang baru,” kata Qudsi.

Pertemuan para aktivis PMII Sumenep ini berlangsung dengan dialog. Sejumlah pengurus PC PMII Sumenep menyampaikan berbagai hal. Di antaranya tentang peran PMII sebagai pengawas kebijakan publik yang harus tetap bersikap kritis.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopri PMII Sumenep Nur Waidah menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak di Sumenep. “Kita melihat persoalan kekerasan anak dan perempuan sangat miris,” tegasnya.

Karena itu, kata Waidah, pihaknya siap bersinergi dengan DPRD khususnya komisi IV. Utamanya merespons atau menyikapi kebijakan berkaitan dengan kasus-kasus perempuan dan anak.

Baca juga: Anak PKI dan Metode Dakwah Humanis KH Syafawi Ahmad Basyir

Ketua DPRD Sumenep KH Abdul Hamid Ali Munir mengapresiasi kedatangan aktivis PC PMII Sumenep tersebut. “Ini positif sekali,” kata Kiai Hamid.

Ia berharap kader PMII Sumenep untuk terus menjadi mitra legislatif dalam mengawal aspirasi masyarakat. “Mengajak mahasiswa untuk mengedepankan akhlak dalam menyampaikan aspirasi,” pungkasnya. (rus/onk)