Akhbar

Peduli Lansia Sebatang Kara, Pemkab Pamekasan Alokasikan Anggaran 4 Miliar

Kamis, 21 Januari 2021 21:00 wib

...
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memimpin langsung rapat koordinasi pelaksanaan Program “Peduli Lansia Sebatang Kara” di Mandhepa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis, 21 Januari 2021.

Pemekasan – Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terhadap kaum lemah akan diwujudkan dengan akan memberikan bantuan kepada warga Lanjut Usia (Lansia) terdampak Covid-19. Telah disedikana anggaran Rp4 miliar lebih.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat memimpin langsung rapat koordinasi pelaksanaan Program “Peduli Lansia Sebatang Kara” di Mandhepa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis, 21 Januari 2021.

“Ini pertama kali di Pamekasan dan merupakan program luar biasa untuk segera diwujudkan, bahkan anggaran telah kita siapkan sebesar Rp4 miliar lebih,” kata Baddrut.

Anggaran sebesar Rp4 miliar itu akan dibagi di 13 Kecamatan. Masing-masing sebesar Rp300 juta lebih.

“Keselurahan dana yang akan digunakan dalam program ini diharapkan bisa membantu Lansia yang benar-benar membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Baddrut menambahkan, Pemkab Pamekasan menyiapkan 7 program tambahan untuk Lansia, diantaranya berupa tambahan makanan sehat dan dan perawatan medis.

“Tambahan makanan tidak hanya berupa makanan tetapi ada tambahan obat atau vitamin yang dibutuhkan oleh kelompok lansia,” tandasnya.

Menurut Ra Baddrut –sapaan akrab Baddrut Tamam, program bantuan tersebut menjadi perhatian Pemkab Pamekasan, karena belum semua warga miskin dan kurang mampu mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat.

“Yang jelas, upaya untuk mewujudkan kemakmuran bersama akan terus kita lakukan. Saya yakin, melalui program terintegratif dan saling melengkapi, maka ke depan akan lebih baik,” tegasnya.

Untuk mencapai program ini, Pemkab Pamekasan akan mendata Lansia dan menetapkan kriteria penerima bantuan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya, menyiapkan relawan pendamping. Tugasnya mengedukasi orang dekat mendampingi Lansia tersebut.

“Relawan pendamping nantinya bisa memberikan contoh bagaimana cara mengkonsumsi obatnya dan lain semacamnya,” ujarnya.

“Jadi nanti pendamping program ini misalnya setiap 3 desa ada 1 orang, misalnya 1 orang relawan mendampingi 30 orang Lansia.”

Sebelum program ini dilaksanakan, Baddrut meminta agar dilakukan sosialisasi terlebih dahulu guna mendapat masukan dari masyarakat, sehingga agar dalan pelaksanaannya berjalan maksima

“Jika itu sudah dilakukan tinggal nanti manajemennya dipastikan tepat sasaran,” pungkasnya. (rus/onk)