Akhbar

Peringati Maulid Nabi, Sumekar Peduli Sambangi Nenek Busiyah

Senin, 11 November 2019 16:30 wib

...
Mistar bersama Nenek Busiyah (santrinews.com/elwahed)

Sumenep – Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi setiap orang untuk berbagi dan bersuka cita atas lahirnya Nabi Muhammad SAW. Setiap orang merayakan rasa suka dengan berbagai bentuk. Komunitas pemuda “Sumekar Peduli” merayakan hari Maulid Nabi dengan memberi santunan pada warga yang kurang mampu.

“Bertepatan dengan suasan Maulid Nabi, hari ini kami bersilaturrahim dengan Nenek Busiyah. Kami ingin mengungkapkan rasa syukur kami, rasa kebahagiaan kami atas lahirnya Nabi Muhammad SAW dengan berbagi sebagian rezeki kami,” ujar Mistar, koordinator Desa Parsanga di rumah Nenek Busiyah, Senin, 11 Nopember 2019.

Nenek Busiyah adalah perempuan berusia lanjut (98 tahun). Ia tinggal Jalan Raya Gapura Gang Betet, Utara Masjid At-Taqwa. Ia menjalani hari-hari sebagai perempuan sebatang kara.

Sementara “Sumekar Peduli” adalah komunitas pemuda yang lahir atas komitmen untuk berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu.

“Kita mungkin bahagia kalau angka kemiskinan menurun, atau kita bisa saja tidak terima dengan potret kemiskinan yang terabaikan, tapi berhadapan dengan orang-orang seperti Nenek Busiyah, kita tidak mungkin hanya bicara atau nunggu para pengambil kebijakan selesai rapat dan berpidato dengan rencana-rencananya,” kata Mistar.

“Gerakan peduli adalah salah satu cara kami untuk mengajak anak-anak muda peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Peduli dengan lingkungannya,” sambungnya.

Perihal sumber dana kegiatannya, Mistar menambahkan, bahwa santunan yang diberikannya selama ini berasal dari donasi para anggota Sumekar Peduli.

Untuk sementara ini, tambah Mistar, anggota Sumekar Peduli tersebar di Desa Parsanga, Desa Karang Anyar, dan Desa Pinggir Papas.

“Santunan yang kami berikan, kami kumpulkan dari donasi anggota dan para dermawan. Sepuluh ribu, dua puluh ribu kami kumpulkan. Dan saban minggu kedua setiap bulannya, donasi itu kami salurkan pada saudara-saudara kami yang tidak mampu,” jelas Mistar. (set)