Akhbar

Ketua PCNU Sumenep: Vaksinasi Demi Kemaslahatan Bersama

Sabtu, 16 Januari 2021 23:55 wib

...
Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq (santrinews.com/mahrus)

Selain vaksin dari pemerintah, penting juga dilakukan vaksinasi secara batin seperti istiqomah doa.

Sumenep – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep mendukung pemerintah ihwal program vaksinasi Covid-19 seraya mengimbau masyarakat untuk ikut menyukseskan program vaksinasi tersebut.

“Kami menghimbau agar masyarakat untuk ikut vaksinasi,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq, di sela sosialiasi tentang wakaf dan pertanahan serta pembentukan nadzir di Aula PCNU Sumenep, Sabtu, 16 Januari 2021.

Baca juga: Spirit Hari Santri, NU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Menurut Kiai Pandji, vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri melainkan demi kemaslahatan bersama. “Karena vaksinasi menjaga orang lain bukan hanya kita,” tegasnya.

Dengan vaksin menjadikan kepercayaan bangsa ini bangkit. Sebab, lanjut Kiai Pandji, banyak persoalan yang terbengkalai akibat adanya wabah Covid-19.

“Saya pribadi merasa prihatin karena pendidikan sekolah sudah satu tahun belum normal. Bagaimana ini, bangsa ini hancur jika pendidikan terus menerus seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: Burdah: Vaksin Spiritual Pesantren Menghadapi Wabah Corona

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, sementara ada 3.415 sasaran vaksinasi di Sumenep, yang meliputi 2.726 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Sedangkan lingkup Dinkes dan sekitarnya ada 128 sasaran, RSUD 387 sasaran, RSI 113 sasaran, dan SPSU ada 61 sasaran.

Terkait beredarnya sejumlah kabar terkait vaksinasi, Kiai Pandji berharap supaya masyarakat tidak termakan dengan berita hoaks soal vaksin. “Lebih baik bertanya langsung kepada ahlinya,” ujarnya.

Selain vaksin dari pemerintah, hal penting yang harus dilakukan adalah vaksinasi secara batin seperti melalui doa. “Jika baca bismillah secara istiqamah itu adalah vaksin juga,” pungkas Kiai Pandji. (rus/onk)