Akhbar

KPU Sumenep Musnahkan 292 Surat Suara Pilkada 2020

Selasa, 08 Desember 2020 21:30 wib

...
Ketua KPU Sumenep A Warits memimpin pemusnahan sisa suara suara Pilkada 2020 (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura memusnahkan hampir 300 ratus surat suara Pilkada 2020 yang rusak. Tujuannya, menghindari penyalahgunaan.

“Ada 292 lembar surat suara yang kita musnahkan,” kata Ketua KPU Sumenep A Warits usai pemusnahan suara suara di halaman kantor KPU Sumenep, Selasa, 8 Desember 2020.

Dengan cara dibakar, pemusnahan surat suara itu disaksikan anggota Bawaslu Sumenep, Anggota Polres Sumenep dan TNI dari Kodim 0827/Sumenep.

Pemusnahan surat suara rusak sesuai perintah PKPU Nomor 8 Tahun 2020 bahwa apabila ada surat suara rusak dan terdapat sisa dari total kebutuhan harus dimusnahkan.

“Itu sebenarnya perintah dari PKPU. Yang dimusnahkan itu sisa dari 800 ribu lebih surat suara yang sudah kita distribusikan,” tandasnya.

Hal itu, kata Warits, sebagai upaya menghindari penyalahgunaan surat suara sisa atau yang rusak tersebut. “Menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

KPU Sumenep telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2020 sebanyak 822.320 pemilih, dengan rincian pemilih perempuan 433.686 dan pemilih laki-laki berjumlah 388.634.

Penetapan ini setelah melalui proses panjang, dimulai dengan pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) di berbagai balai dan tempat yang mudah dijangkau masyarakat.

Hasilnya, KPU Sumenep kemudian menetapkannya melalui rapat pleno terbuka di Hotel Utami Sumenep, Rabu 14 Oktober 2020. “Hal ini demi terwujudnya DPT yang berkualitas,” kata Komisioner KPU Sumenep Divisi Data dan Informasi, Syaifur Rahman, usai rapat pleno penetapan DPT.

Pilkada Sumenep 2020 diikuti dua pasangan calon. Yakni, Achmad Fauzi-Hj Dewi Khalifah nomor urut 01, dan Fattah Jasin-KH M Ali Fikri nomor urut 02.

Pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah diusung PDIP, Gerindra, PAN, PKS, dan PBB. Sedangkan pasangan Fattah Jasin-Kiai Ali Fikiri diusung PKB, PPP, Demokrat, Golkar, NasDem, dan Hanura. (ari/onk)