Akhbar

Hari Santri 2020, Pemkab Pamekasan: Refleksi Perjuangan Kiai dan Santri Melawan Penjajah

Kamis, 22 Oktober 2020 17:30 wib

...
Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional di lapangan Mandhapa Agung Ronggo Sukowati Pamekasan, Kamis, 22 Oktober 2020 (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan memperingati Hari Santri Nasional 2020 dengan menggelar Apel Akbar di lapangan Mandhapa Agung Ronggo Sukowati Pamekasan, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkab Pamekasan Mohammad Tarsun. Apel Hari Santri Nasional 2020 turut dihadiro wakil ketua DPRD Pamekasan, ketua GP Ansor Pamekasan, ketua PCNU Pamekasan dan sejumlah jajaran Pemkab Pamekasan.

Baddrut dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tarzun menyampaikan bahwa upacara yang digelar Pemkab Pamekasan ini adalah refleksi mengenang perjuangan para kiai dan santri dalam merebut dan mempertahankan memerdekakan bangsa Indonesia dari para penjajah.

“Apel akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 ini merupakan momentum refleksi untuk mengenang seruan resolusi jihad saat perang kemerdekaan. Khususnya saat terjadi perang kemerdekaan di Surabaya,” kata Mohammad Tarsun.

Ia mengatakan, perjuangan para kiai dan santri dalam memerdekakan Indonesia bukan perjuangan yang mudah. Selain menggunakan strategi dan fisik, mereka juga memperjuangkan melalui perjuangan spiritual.

“Peringatan ini merupakan bukti nyata jika para santri merupakan bagian dari proses kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

“Kaum santri telah sepakat dan bertekad bahwa negara Indonesia adalah harga mati. Perjuangan para santri memperjuangkan kemerdekaan yang dikenal dengan jihad bukan perjuangan yang ringan.”

Menurut dia, peringatan Hari Santri merupakan momentum refleksi sekaligus motivasi bagi kaum santri untuk memiliki komitmen menjaga persatuan demi kedaulatan NKRI serta melaksanakan peran strategisnya dalam membangun bangsa ke depan.

“Pesantren sebagai pendidikan tertua di Nusantara ini, tidak hanya berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetap juga berjuang memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan,” ujarnya.

Karena itu, ia berpesan kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para kiai dan santri di masa lalu tidak terpecah belah karena adanya perbrdaan.

“Perbedaan pemilihan politik misalnya, harus kita wujudkan dengan kedewasaan politik dengan penuh cinta dan damai. Sehingga tatanan kehidupan di Kabupaten Pamekasan ini tetap kondusif dan mensejahterakan,” pesannya.

Selain itu, ia berharap agar santri menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia, masyarakat santri yang berkepribadian islami dan Qur’ani.

“Marilah siapkan diri kita baik kesiapan mental, spiritual, fisik dan sosial. Karena membangun bangsa yang besar ini tidak hanya berdimensi spiritual tetapi juga berdimensi sosial,” pungkasnya. (red)