Akhbar

Bupati Pamekasan: Kesaktian Pancasila Teruji Jadi Perekat Perbedaan

Kamis, 01 Oktober 2020 15:30 wib

...
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila, di lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati Pamekasan, Kamis, 1 Oktober 2020 (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengingatkan tentang nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia yang terbukti mampu menjadi perekat.

“Makna sakral dari kesaktian Pancasila itu mampu menjadi perekat bagi bangsa Indonesia, karena Pancasila adalah alat pemersatu segala perbedaan,” kata Baddrut usai menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila, di lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati Pamekasan, Kamis, 1 Oktober 2020.

Diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pamekasan, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober itu digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penularan Covid-19.

“Saktinya Pancasila karena menjadi perekat, menjadi titik temu di antara sekian banyak kepentingan-kepentingan,” kata Baddrut.

Baca juga: Demi Pamekasan Hebat, Bupati Baddrut Tamam Galakkan Shalawat

Ia menegaskan, Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila telah menjadi kekuatan persatuan akan keberagaman yang ada di Indonesia.

“Perbedaan kepentingan atau perbedaan lainnya bisa dipertemukan dalam nilai-nilai Pancasila,” tegas Sekretaris DPW PKB Jawa Timur ini.

Ia berharap agar masyarakat Pamekasan bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan kesaktian Pancasila tetap kokoh sepanjang masa.

“Kecintaan terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI harus didorong untuk melahirkan produktivitas, inovasi, dan kreasi, yang keseluruhannya untuk kesejahteraan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Baddrut tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para pejuang dan pahlawan kemerdekaan yang telah merumuskan Pancasila sebagai sebagai ideologi negara dan menjadi pemersatu bangsa Indonesia.

“Sebagai bentuk syukur adalah mengeratkan hubungan persaudaraan serta peduli terhadap saudara, teman dan sanak famili,” tandasnya. (ubay/onk)