Akhbar

Sikap Relawan Ra Mamak Hadapi Intimidasi Politik Pragmatis

Selasa, 29 September 2020 20:30 wib

...
Kiai Fathol Bari bersama Para Relawan Ra Mamak saat konferensi pers di Sumenep (santrinews.com/bahri)

Bahkan, Relawan Ra Mamak tidak luput dari kelaliman para elit politik

Sumenep – Relawan dan Loyalis KH Mohammad Shalahuddin Warist alias Ra Mamak menyakatan sikap netral di Pilkada Sumenep 2020. Alasannya, hingga sekarang belum menemukan pasangan calon yang memiliki visi-misi yang sesuai dengan gagasan besar Ra Mamak.

“Kami berpendapat bahwa belum satupun yang mungkin dan dapat menjadi sandaran serta representasi dari sebuah cita-cita besar kami,” kata Ketua Relawan Ra Mamak, Kiai Fathol Bari saat konfrensi pers di sebuah Caffe di Sumenep, Selasa 29 September 2020.

Baca juga: Menghadirkan Narasi Politik Khas Kaum Pesantren

Sikap itu, kata Kiai Fathol, diambil setelah menelaah dan mendiskusikan orientasi dan pergerakan politik para kandidat Sumenep 2020.

Berdasarkan hasil musyawarah para relawan dan loyalis Ra Mamak, Pilkada Sumenep 2020 kurang sehat. Pasalnya, politik yang dijalankan para elit sudah jauh dari nilai dan etika politik kesantrian.

“Kami menangkap suatu indikasi adanya mistifikasi dan manipulatif mobility. Formula ini bagi kami terlalu masuk ke dalam ruang privat individu masyarakat, yaitu untuk mengolah emosi yang paling sensitif dan hendak menempelkan kepentingan politik kekuasaan ke dalam nalar religius masyarakat. Tentu saja ini mencederai dunia politik dan demokrasi kita yang seharusnya rasional-transendental.”

Bahkan, menurut Kiai Fathol, para relawan tidak luput dari kelaliman para elit politik demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Kami yang menjadi bagian dari masyarakat Sumenep, juga tidak terlepas dari upaya-upaya penggiringan opini, provokasi, intrik bahkan intimidasi dari banyak kepentingan politik pragmatis kelompok tertentu agar tunduk dan patuh kepada mereka,” tegasnya.

Kiai Fathol menegaskan, Relawan dan Loyalis Ra Mamak akan tetap mengabdi kepada masyarakat. Mereka akan aktif secara politik sosial dengan wadah baru. Yakni, Satarètanan Long-Tolongan.

“Kalau ada bagian kami yang aktif dalam salah satu Paslon, mereka sudah bukan atas nama relawan lagi tapi secara personal,” pungkasnya.

Baca juga: Wasiat Politik Kanjeng Nabi

Berikut pernyataan lengkap sikap Relawan dan Loyalis Ra Mamak:

1. Kami tidak akan melibatkan diri secara aktif dalam proses politik pilkada Sumenep2020.

2. Akan tetap menggunakan hak konstitusional kami untuk memilih calon bupati dan calon wakil bupati Sumenep 2020 yang pilihannya akan kami tetapkan kemudian hari berdasarkan musyawarah mufakat.

3. Kami akan lebih kinsentrasi membantu gerakan politik sosial kemanusiaan yang dilakukan oleh Sataretanan Long Tolongan.

4. Kami menghimbau kepada masyarakat Sumenep agar tetap tenang dan rukun dalam menyongsong politik elektoral Sumenep 2020.

5. Dan kami mengajak kepada semua lapisan Relawan,Loyalis dan Simpatisan RaMamak untukmenjalani Pilkada ini ecaracerdas dan santun.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep telah menetapkan dua pasangan calon bupati-wakil bupati Sumenep, yakni Achmad Fauzi-Nyai Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-KH Ali Fikri Warits. (ari/onk)