Akhbar

Ini Lima Kiai Anggota AHWA Tentukan Rais Syuriah PCNU Sumenep

Minggu, 27 September 2020 23:30 wib

...
Suasana pembukaan Konfercab NU Sumenep di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura, Ahad, 27 September 2020 (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Sumenep yang berlangsung di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura, telah menetapkan lima nama anggota Ahlul halli wal ‘aqdi (AHWA).

Mereka adalah KH Hafidzi Syarbini, KH Amiruddin Jazuli, KH Taufiqurrahman FM, KH Munif Zubairi, dan KH A Pandji Taufiq.

Mula-mula pimpinan sidang pleno pemilihan KH Ahsanul Haq didampingi H Rasidi sebagai sekretaris dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membacakan hasil tabulasi tim AHWA usulan dari perwakilan MWCNU dan PRNU.

Hasilnya ada sembilan nama yang muncul sebagai tim AHWA, yakni KH Hafidzi Syarbini (269 suara), KH Ramdhan Siraj (202 suara), KH Thoifur Ali Wafa (145 suara), KH Abd A’la Basyir (79 suara), dan KH Amiruddin Jazuli (77 suara), KH Taufiqurrahaman FM (70 suara), KH Abdullah Khalil (65 suara), Khalilullah MZ (59 suara), dan KH Munif Zubairi (53 suara).

Dari 9 nama itu dipilih 5 nama sesuai rangking perolehan suara tertinggi. Namun, karena nama kedua, ketiga, keempat, ketujuh, dan kedelapan tidak hadir, maka sebagaimana aturan yang telah ditetapkan pada Muktamar NU di Jombang 2015 lalu, suara terbanyak yang ada di bawahnya naik menggantikan posisi yang tidak hadir.

Akhirnya pimpinan sidang memutuskan KH Munif Zubairi dan KH A Pandji Taufiq untuk menggantikan nama yang tidak hadir.

Lima anggota tim AHWA tersebut kemudian bermusyawarah di ruangan khusus untuk memilih Rais Syuriah PCNU Sumenep masa khidmat 2020-2025.

Sementara untuk tanfidziyah muncul empat nama kandidat ketua. Yakni KH Pandji Taufiq, KH Imam Hendriyadi, Kiai Dardiri Zubairi, dan KH Busyro Karim.

Konfercab NU Sumenep dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abd A’la Basyir, pada Ahad pagi, 27 September 2020. Selain pengurus MWC NU dan ranting, pembukaan Konferensi dihadiri kiai pesantren dan sejumlah tokoh. (rus/onk)