Akhbar

Achmad Fauzi dan Fattah Jasin, Pertarungan Pengusaha Versus Birokrat

Minggu, 27 September 2020 08:00 wib

...
Dua calon Bupati Sumenep, Achmad Fauzi (kanan) dan Fattah Jasin menunjukkan nomor urut di KPU Sumenep (santrinews.com/mahrus)

Fauzi dan Fattah Jasin figur berkarir cemerlang. Kedunya pernah terseret dalam pusaran kasus korupsi

Sumenep – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep telah resmi menetapkan dua pasangan calon bupati-wakil bupati untuk berkompetisi pada Pilkada 2020. Yakni, Achmad Fauzi-Nyai Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-Kiai Ali Fikri.

“Hari ini kita sudah tetapkan (dua pasangan calon), penetapannya melalui pleno tertutup 5 komisioner KPU,” kata Ketua KPU Sumenep A Warits usai pleno penetapan pasangan calon, Rabu, 23 September 2020.

Achmad Fauzi dan Fattah Jasin dua putra terbaik Sumenep yang memiliki karir yang cukup cemerlang. Fauzi berlatarbelakang pengusaha sukses. Begitu juga Fattah Jasin. Karirnya sebagai birokrat tercatat cukup gemilang.

Fauzi lahir di Sumenep 21 Mei 1979. Pendidikan dasar hingga menengah atas ia selesaikan di tanah kelahirannya. Fattah lahir di Sumenep, 25 April 1962. Lulus dari SD St. Yosep di Sumenep pada 1975, Fattah pindah ke Malang. SMP dan SMA ia selesaikan di sana.

Fauzi sebelum menjabat wakil bupati Sumenep periode 2015-2020 tercatat menduduki berbagai posisi strategis di banyak perusahaan. Diantaranya Direktur Promosi PT Karina Disni Jaya (2008-sekarang), Direktur Umum PT Petrogas Pantai Madura (2011-2013), Direktur Utama PT Djakarta Dua Satu (2003-sekarang), dan Direktur Utama PT Madura Mahasa Investama (2011-sekarang).

Fattah lebih 32 tahun berkarir sebagai birokrat. Berbagai posisi strategis di lingkungan Pemprov Jawa Timur pernah dia duduki. Diantaranya Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bapepda), dan Kepala Biro Perekonomian Pemrov Jatim.

Baca juga: Bangun Sumenep, Achmad Fauzi Minta Nasihat Mursyid Thoriqoh

Sebelum menjabat Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebagai Pejabat Bupati Pamekasan pada 2018. Ia adalah cucu dari Bupati Pamekasan periode 1942-1950, Zainal Fattah. Terakhir ia menjabat Kepala Bakorwil Madura.

Sementara wakilnya sama-sama berlatarbelakang pesantren dengan kultur Nahdlatul Ulama yang kuat. Selain menjabat Ketua PC Muslimat NU Sumenep selama tiga periode, Nyai Dewi Khalifah adalah pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarete.

Kiai Ali Fikri adalah putra almarhum KH A Warits Ilyas, cucu KH Muhammad Syarqawi pendiri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk. Kiai Ali Fikri kini mengemban amanah sebagai pengasuh Annuqayah daerah Lubangsa Raya.

Jejak Kasus Korupsi
Pada Pilkada Sumenep 2020, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah diusung koalisi PDIP, PAN, Hanura, Gerindra, PBB, dan PKS. Sedang Fattah Jasin-Kiai Ali Fikri diusung PKB, Demokrat, PPP, Golkar, dan NasDem.

Dua pasangan calon terbaik berprestasi dengan latarbelakang berbeda ini tengah merebut “simpati” masyarakat Sumenep pada 9 Desember 2020. Keduanya punya peluang yang sama memenangi kontestasi politik.

Achmad Fauzi maupun Fattah Jasin juga sama-sama pernah terseret dalam pusaran kasus korupsi.

Fauzi tersandung dalam dugaan korupsi dana Participating Interest (PI) PT Wira Usaha Sumekar (WUS), salah satu BUMD milik Pemkab Sumenep. Kasus dengan nilai kerugian negara sebesar Rp4.43 Miliar dan USD 203.630 ini ditangani Kejaksaan Jawa Timur pada 2017. Fauzi terseret dalam kapasitasnya sebagai Kepala Kantor Perwakilan PT WUS di Jakarta.

Dalam kasus ini, dua orang sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, yakni mantan Direktur Utama PT WUS Sumenep Sitrul Arsyih Musa’ie, dan Divisi Keuangan PT WUS Taufadi.

Sementara Fattah Jasin sempat “digarap” oleh KPK dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung yang menjerat mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono dan eks bupati Syahri Mulyo.

Rumah Fattah di Jalan Nginden Intan Tengah, Surabaya, pernah digeledah enam penyidik KPK pada Rabu malam, 7 Agustus 2019. Sebelumnya, Jumat 2 Agustus 2019, Fattah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Supriyono setelah sebelumnya sempat mangkir. Fatah diperiksa dalam kapasitasnya saat menjabat kepala Bapedda Jatim 2018.

Sama seperti Fattah, Fauzi juga pernah mangkir dari panggilan penyidik. Fauzi mangkir dari panggilan pertama pada Jumat, 3 Nopember 2017. Ia memenuhi panggilan kedua pada Selasa, 7 Nopember 2017. Dengan menaiki mobil Mitsubishi Pajero, Fauzi tiba di Kejati Jatim sekitar pukul 10.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan selama hampir 7 jam, Fauzi keluar sekitar pukul 17.00 WIB.

Alhasil, masyarakat punya otoritas penuh menentukan dan memilih yang terbaik diantara dua pasangan calon putra terbaik itu untuk memimpin Sumenep periode 2021-2026. (red/jaz/hay)