Akhbar

Tentukan Nakhoda NU Sumenep dengan Istikharah, Bukan Bentuk Tim Sukses

Jum'at, 25 September 2020 08:30 wib

...
Acara Haul Muassis dan Ngaji Bareng Gus Ghafur Maimoen dan Gus Gus Baha, dalam rangka Konfercab NU Sumenep, di Pondok Pesantren Nasy'atul Muta'allimin, Gapura, Kamis malam, 24 September2020 (santrinews.com/ubay)

Sumenep – Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq berpesan agar seluruh kader NU tetap selalu berpegang teguh pada tradisi NU. Ia mengingatkan agar tradisi di luar NU tidak dibawa ke dalam tubuh NU.

Pesan itu disampaikan Kiai Pandji dalam menghadapi Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep yang akan digelar di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura, pada Ahad, 27 September 2020.

Konfercab merupakan permusyawaratan tertinggi tingkat cabang. Agendanya merumuskan program-program NU selama 5 tahun ke depan. Puncaknya memilih nakhoda baru PCNU Sumenep masa khidmat 2020-2025.

Baca juga: Ngaji Bareng Gus Ghafur dan Gus Baha Dihadiri Ribuan Jamaah

Kiai Pandji menegaskan, dalam menentukan dan memilih nakhoda NU hendaknya dilakukan melalui proses istisyarah dan istikharah, bukan membentuk tim sukses, apalagi sampai melakukan praktik money politik.

“Masih ada waktu dua hari untuk melakukan istikharah,” kata Kiai Pandji saat memberikan sambutan pada acara Haul Muassis dan Ngaji Kitab bersama Dr KH Abdul Ghafur Maimoen dan KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau Gus Baha, di Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura, Kamis malam, 24 September2020.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk ini menjelaskan, istisyarah dan istikharah adalah tradisi NU dalam setiap menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam menentukan calon pemimpin.

“Melalui istisyarah dan istikharah. Bukan medsos. Kalau bukan kaum santri yang mau istikharah siapa lagi. Mohon petunjuk kepada Allah, bukan membentuk tim sukses,” tegasnya.

Baca juga: Gus Ipul: Jadi Panitia Muktamar NU Harus Siap Mengabdi

Dihadiri ribuan jamaah, acara Haul Muassis dan Ngaji Kitab bersama Gus Ghafur dan Gus Baha ini adalah satu rangkaian kegiatan menjelang Konfercab NU Sumenep.

Kiai Pandji menambahkan, konferensi diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan pra-konferensi, seperti Halaqoh Penguatan Ranting dan Lokakarya Perencanaan Strategis PCNU Sumenep. “Merumuskan program-program apa yang akan dilakukan PCNU Sumenep kedepan,” ujarnya. (red)