Akhbar

LAZISNU-PT EML Sapa Takmir Masjid hingga Guru Ngaji

Kamis, 21 Mei 2020 04:30 wib

...

Sumenep – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Sumenep terus melakukan aksi sosial di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Beragam aksi tanggap Covid-19 telah dilakukan selama dua bulan terakhir. Mulai dari pembagian masker dan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, hingga penggalangan dana untuk masyarakat terdampak Covid-19.

“Alhamdulillah, selama aksi sosial di tengah pandemi ini, kami telah menyalurkan bantuan yang diamanatkan oleh berbagai pihak. Bantuan tersebut telah didistribusikan secara merata, baik di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep,” kata Abdul Hadi, Direktur NU CARE-LAZISNU Sumenep, Rabu petang, 20 Mei 2020.

Pria yang akrab disapa Kak Hadi ini menambahkan, kegiatan terbaru yang digelar NU CARE-LAZISNU Sumenep adalah distribusi bantuan bahan pokok untuk guru ngaji serta takmir masjid dan musala.

“Untuk kegiatan ini, kami menggandeng salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) migas yang beroperasi di Sumenep, yaitu PT. Energi Mineral Langgeng (EML),” ujarnya.

Bersama PT EML, NU CARE-LAZISNU Sumenep membagikan bantuan untuk 150 guru ngaji serta takmir masjid dan musala yang tersebar di tiga desa, Rabu, 20 Mei 2020.

“Ketiga desa sasaran tersebut adalah Desa Tanjung dan Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi, serta Desa Lobuk Kecamatan Bluto,” jelasnya.

Secara terpisah, Public Relation Staff PT EML Haikal Atiq Zamzami mengatakan, apa yang dilakukan oleh pihaknya belum seberapa dibandingkan kebutuhan yang ada di masyarakat.

“Ini sekadar wujud perhatian dan empati kami terhadap kondisi yang dialami oleh sebagian warga yang terdampak Covid-19,” tuturnya.

Kondisi PT EML yang masih berstatus sebagai KKKS Eksplorasi tidak menyurutkan komitmen sosial dan kepeduliannya kepada masyarakat seperti telah ditunjukkan selama ini.

“Masyarakat Sumenep, khususnya di wilayah ring satu, adalah saudara kami. Apa yang masyarakat rasakan, tentu kami turut merasakannya,” ujar Haikal.

Dipilihnya guru ngaji serta takmir masjid dan musala sebagai kelompok penerima bantuan, karena peran penting mereka dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Meski memiliki peran penting, tidak jarang kelompok ini justru luput dari sentuhan distribusi bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi ini,” imbuhnya.

Menurut Hadi, distribusi bantuan yang dilakukan pada 20 Mei sekaligus dimaksudkan untuk menyampaikan spirit kebangkitan nasional melalui kegiatan ini.

”Kita tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Tapi, di tengah ketidakpastian itu, kita tetap harus bangkit. Gotong royong dan kepedulian terhadap sesama adalah salah satu kuncinya. Semoga semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap warga terdampak Covid-19 ini,” pungkasnya. (red)